Progres Menggembirakan, BPS Catat Angka Kemiskinan Menurun di Perkotaan dan Perdesaan

0
BPS
Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto bersama jajarannya,Senin (16/7/2018).foto:kompas

NARASITODAY.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa angka kemiskinan di Indonesia mengalami penurunan. Per Maret 2025, jumlah penduduk miskin tercatat sebanyak 23,85 juta jiwa atau 8,74% dari total populasi. Angka ini menurun 0,1 persen poin dibandingkan data pada September 2024.

Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Ateng Hartono, menyebut bahwa penurunan ini setara dengan berkurangnya sekitar 0,2 juta jiwa dari jumlah penduduk miskin sebelumnya.

Baca Juga :  Pekerjaan di AS Membanjir, Namun Tingkat Pengangguran Juga Tak Bisa Diabaikan

“Sebagai perbandingan pada September 2022 dibandingkan Maret 2022, kemiskinan meningkat 0,03% kemudian sejak Maret 2023 sampai Maret 2025 kemiskinan berangsur-berangsur mengalami penurunan,” kata Ateng saat merilis data Profil Kemiskinan dan Ketimpangan Pengeluaran Penduduk Indonesia, Jumat (25/5/2025).

BPS juga mencatat bahwa penduduk miskin di wilayah perkotaan mencapai 6,73%, sedangkan di perdesaan angkanya berada di level 11,03%. Capaian ini menunjukkan penurunan dari 11,34% pada September 2024.

Baca Juga :  Supaya Sunscreen Tak Menggumpal, Coba 5 Tips dari Pakar Kecantikan Ini

Presiden Prabowo Subianto turut mengomentari tren positif ini, berdasarkan laporan dari Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam Kongres Partai Solidaritas Indonesia di Jawa Tengah.

“Kepala BPS (Amalia Adininggar) lapor ke saya angka pengangguran menurun, angka kemiskinan absolut menurun, ini BPS yang bicara,” ujar Prabowo, Minggu (20/7/2025).

Baca Juga :  Pemkab Bogor Lakukan Perencanaan Terintegrasi untuk Tekan Kemiskinan dan Pengangguran

Sebagai catatan, data kemiskinan tersebut dihitung berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilakukan Februari 2025. Pengambilan data dipercepat karena bulan Maret bertepatan dengan Ramadan, yang mempengaruhi pola konsumsi masyarakat.***

sumber:cnbc

Ikuti Berita : Google News
Ikuti Saluran WhatsApp: Narasitoday