NARASITODAY.COM – Gelombang unjuk rasa yang melanda berbagai kota di Indonesia belakangan ini menarik perhatian negara tetangga, Malaysia. Wakil Perdana Menteri Malaysia, Fadillah Yusof, menyoroti pentingnya menjaga ketenangan dalam negeri dengan menjadikan situasi di Indonesia sebagai pelajaran.
“Lihat saja, narasi tertentu bisa memicu kemarahan publik. Kalau sudah marah, demo damai bisa berubah jadi kerusuhan,” ujar Fadillah seperti dikutip dari Malay Mail, Sabtu (6/9/2025).
Ia menekankan bahwa kestabilan politik dan keamanan merupakan fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi. Tanpa itu, menurutnya, investasi akan enggan masuk dan penciptaan lapangan kerja akan terganggu.
Anwar Ibrahim: Kondisi Indonesia Mulai Kondusif
Sehari sebelumnya, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim juga menyinggung situasi demonstrasi di Indonesia. Dalam lawatannya ke Beijing, ia menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberinya kabar bahwa keadaan di Indonesia mulai membaik.
Dukungan Warga Malaysia untuk Indonesia
Tak hanya dari kalangan pejabat, solidaritas juga datang dari masyarakat Malaysia. Tagar #fromMalaysiatoIndonesia sempat menjadi tren di media sosial sebagai bentuk dukungan terhadap warga Indonesia.
Beberapa warga Malaysia bahkan mengubah lokasi aplikasi layanan ojek daring mereka ke Indonesia untuk memesan makanan yang kemudian dibagikan kepada masyarakat. Salah satunya adalah Mach Pi, pengguna Facebook yang memesan makanan senilai Rp100 ribu untuk warga Surabaya.
“Saya sudah lakukan bagian saya. Semoga Malaysia sejahtera, dan semoga tetangga kita cepat pulih,” tulis Mach Pi.
Aksi Damai di Kedutaan Besar RI
Solidaritas juga ditunjukkan lewat aksi damai yang digelar oleh sejumlah pemuda Malaysia di depan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur pada Selasa malam (2/9/2025).
Amir Hadi, Direktur Eksekutif organisasi masyarakat sipil Mandiri, menyampaikan bahwa hubungan Indonesia dan Malaysia layaknya saudara.
“Kadang bertengkar, kadang saling sindir di medsos, tapi kalau ada yang sakit atau tertindas, kita tetap berdiri bersama,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa aksi tersebut bukan bentuk intervensi politik, melainkan wujud kepedulian terhadap sesama bangsa serumpun.
Pemicu Aksi Protes di Indonesia
Sejumlah media internasional menyoroti latar belakang demonstrasi yang terjadi di Indonesia. Al Jazeera menyoroti isu tunjangan rumah sebesar Rp50 juta per bulan bagi anggota DPR yang akhirnya dihapus pada 31 Agustus 2025.
Sementara itu, AFP melaporkan bahwa tewasnya pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, akibat tertabrak kendaraan taktis menjadi pemicu utama gelombang protes terbesar sejak Presiden Prabowo menjabat pada Oktober 2024.
Menurut data dari Kepolisian Republik Indonesia, sejak demonstrasi pecah pada 28 Agustus 2025, tercatat 10 orang meninggal dunia. Dari 5.444 orang yang sempat ditahan, sebanyak 4.861 telah dibebaskan, sementara 583 lainnya masih menjalani proses hukum.***
Editor : Alysa
Sumber : Berbagai Sumber














