Petani Sukajaya Panen 40 Ton Bawang Merah, Minta Pemkab Bogor Perbaiki Jalan Usaha Tani

0
Petani sukajaya
Sejumlah petani di Sukajaya tengah panen bawang merah. Foto (Ilham/Bogortoday.com).

NARASITODAY.COM, BOGORPetani di Kecamatan Sukajaya kembali membuktikan potensi besar sektor hortikultura.

BUMDes Pasirmadang bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Ciparay Makmur Berkah berhasil memanen sekitar 40 ton bawang merah dari lahan seluas tiga hektare.

Panen raya yang berlangsung sejak Senin (8/9/2025) itu merupakan kali kedua setelah uji coba sebelumnya dinilai sukses.

Ketua KTH Ciparay Makmur Berkah, Firman Firdaus, menyebut panen dilakukan di tiga titik dengan hasil 20 ton pada hari pertama dan total 40 ton dalam dua hari.

Baca Juga :  RSUD Leuwiliang Telah Melakukan Kredensial BPJS Layanan Endoskopi, Ayo Segera Pergunakan

“Dari 3 ton bibit yang ditanam, hasilnya luar biasa. Bahkan pemasaran tidak hanya di Bogor, tapi juga sudah tembus Papua seperti Nabire, Manokwari, Jayapura, hingga Papua Pegunungan,” kata Firman, Selasa (9/9/2025).

Firman menambahkan, ke depan pihaknya tidak hanya berfokus pada penjualan hasil panen, tetapi juga pengembangan bibit agar lebih banyak petani tertarik menanam bawang merah.

Baca Juga :  Israel Tingkatkan Siaga Militer Antisipasi Serangan Gabungan ke Iran

“Masa panennya singkat, dan hasilnya sangat menjanjikan jika dikelola dengan baik,” ujarnya.

Namun, ia mengungkapkan masih banyak kendala yang dihadapi petani.

Mulai dari minimnya tenaga ahli, peralatan pertanian terbatas, hingga buruknya akses jalan.

Jalan dari kebun menuju gudang masih berupa tanah merah dan sulit dilalui terutama saat musim hujan.

“Jalan Usaha Tani (JUT) sudah diusulkan bahkan diukur, tapi sampai sekarang tidak ada realisasi. Padahal JUT penting sekali untuk kelancaran distribusi,” tegasnya.

Baca Juga :  Rendam Okra, 7 Alasan Kenapa Airnya Baik untuk Kesehatan

Ia pun berharap Pemerintah Kabupaten Bogor dan dinas terkait tidak hanya memberi bantuan bibit dan pupuk, tetapi juga dukungan nyata berupa peralatan modern serta perbaikan infrastruktur jalan.

“Kalau akses jalan lancar dan fasilitas memadai, produktivitas petani pasti lebih maksimal,” pungkasnya.***

Editor : Andreas

Wartawan : Ilham Ariyansyah

Sumber : Bogortoday.com