5 Ciri Khas Campak dan Rubella yang Bisa Bantu Bedakan Gejalanya

0
Campak
Ilustrasi Tangan seorang yang dipenuhi ruam campak.(Foto : Istock)

NARASITODAY.COM – Campak dan rubella adalah dua penyakit yang sering disamakan karena keduanya menimbulkan ruam merah pada kulit dan memiliki kemiripan gejala.

Namun, sebenarnya keduanya berbeda, disebabkan oleh virus yang tidak sama serta memiliki tanda dan dampak kesehatan yang berbeda. Berikut lima ciri khas campak dan rubella yang dapat membantu membedakan kedua penyakit ini dengan mudah.

1. Tingkat Keparahan Gejala

Campak umumnya menimbulkan gejala yang lebih berat seperti demam tinggi hingga 40°C, batuk kering, hidung berair, mata merah dan berair (konjungtivitis). Rubella cenderung gejalanya lebih ringan dengan demam rendah, mata merah ringan, dan pembengkakan kelenjar getah bening di leher.

Baca Juga :  Terapi Ikan Berisiko? Simak 5 Bahaya yang Bisa Mengancam Kesehatan Anda

2. Ruam Kulit

Ruam campak biasanya terdiri dari bercak berwarna merah yang menyatu dan menyebar dari wajah ke seluruh tubuh selama sekitar 5-7 hari. Sedangkan rubella menyebabkan ruam berbintik kecil yang muncul di wajah lalu menyebar ke badan, bertahan lebih singkat sekitar 1-3 hari, dan tidak menimbulkan rasa gatal atau nyeri.

3. Bintik Putih di Mulut

Baca Juga :  Meremajakan 10 Tahun? 5 Fakta Puasa yang Ubah Kulitmu Selama Puasa

Ciri khas campak adalah adanya bintik Koplik, yaitu bintik putih kecil di bagian dalam mulut (pipi), yang muncul satu hingga dua hari sebelum ruam kulit. Rubella tidak memiliki tanda ini, namun sering kali disertai pembengkakan kelenjar getah bening.

4. Masa Inkubasi dan Durasi Penyakit

Masa inkubasi campak biasanya 7-14 hari dan gejalanya dapat berlangsung hingga 10 hari. Rubella memiliki masa inkubasi lebih lama, yaitu 16-18 hari, dengan gejala ruam yang umumnya hilang lebih cepat dalam 3 hari.

Baca Juga :  5 Gangguan Medis yang Sering Menyebabkan Jerawat, Solusi dari Akarnya

5. Komplikasi yang Timbul

Campak dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia, infeksi telinga, diare, hingga peradangan otak (ensefalitis). Rubella jarang menyebabkan komplikasi kecuali pada ibu hamil, di mana infeksi rubella bisa menyebabkan cacat lahir serius pada janin (Sindrom Rubella Kongenital).

Mengenali ciri khas kedua penyakit ini penting untuk memberikan penanganan yang tepat dan mencegah komplikasi serius. Selalu segera konsultasikan pada dokter jika anak atau keluarga menunjukkan gejala campak atau rubella agar mendapat diagnosis dan perawatan yang tepat.***

Editor : Alysa

Sumber : idntimes.com