
NARASITODAY.COM, BOGOR – Sejumlah petani di Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, mengeluhkan turunnya harga jual hasil panen hortikultura.
Kondisi tersebut terjadi di tengah musim panen raya yang berlangsung pada Kamis (2/10/2025).
Kepala Desa Kalongliud, Jani Nurjaman, menjelaskan bahwa para petani masih aktif menjalankan program ketahanan pangan sejak tahun 2022. Awalnya, luas lahan yang dikelola hanya sekitar 7.000 meter persegi per kelompok tani, kini telah berkembang menjadi 3 hingga 4 hektare.
“Alhamdulillah program masih berjalan baik, terus meningkat dari sisi pendapatan maupun perluasan lahan. Tujuannya untuk mendukung ketahanan pangan desa sekaligus meningkatkan perekonomian warga,” ujar Jani.
Namun, di balik capaian tersebut, petani kini menghadapi tantangan baru. Harga sayuran seperti timun, terung, dan kacang panjang mengalami penurunan di pasaran.
“Keluhan petani hari ini adalah soal harga yang turun. Ini memang konsekuensi dari usaha pertanian. Saya terus mengedukasi agar petani tidak menyerah, semoga bulan depan harga kembali stabil,” kata dia.
Hal senada diungkapkan Ketua Kelompok Tani, Rahmat Hidayat. Ia menyebut bahwa harga komoditas sangat dipengaruhi oleh jumlah pasokan di pasar.
“Timun semi paling rendah harganya. Sementara timun monti masih di atas normal, dan kacang panjang relatif stabil. Kalau barang sedikit biasanya harga tinggi, kalau panen melimpah ya harga turun,” ungkapnya.
Meski demikian, para petani tetap melanjutkan kegiatan tanam sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan, baik untuk kebutuhan lokal maupun skala nasional.
“Mudah-mudahan bulan yang akan datang, ini stabil kembali,” tutupnya.***
Wartawan : Andreas













