Panen Ketahanan Pangan di Desa Kalongliud Melimpah, Harga Timun Justru Terjun Bebas

0
Panen ketahanan pangan
Kepala Desa Kalongliud Jani Nurjaman bersama kelompok tani tengah penen berbagai jenis holtikultura untuk menumbuhkan perekonomian warga. Foto (Andres/Narasitoday.com).

NARASITODAY.COM, BOGOR – Sejumlah petani di Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, mengeluhkan turunnya harga jual hasil panen hortikultura.

Kondisi tersebut terjadi di tengah musim panen raya yang berlangsung pada Kamis (2/10/2025).

Kepala Desa Kalongliud, Jani Nurjaman, menjelaskan bahwa para petani masih aktif menjalankan program ketahanan pangan sejak tahun 2022. Awalnya, luas lahan yang dikelola hanya sekitar 7.000 meter persegi per kelompok tani, kini telah berkembang menjadi 3 hingga 4 hektare.

Baca Juga :  Aceh Terima Tambahan Bantuan 10.000 Ton Beras untuk Ringankan Dampak Bencana

“Alhamdulillah program masih berjalan baik, terus meningkat dari sisi pendapatan maupun perluasan lahan. Tujuannya untuk mendukung ketahanan pangan desa sekaligus meningkatkan perekonomian warga,” ujar Jani.

Namun, di balik capaian tersebut, petani kini menghadapi tantangan baru. Harga sayuran seperti timun, terung, dan kacang panjang mengalami penurunan di pasaran.

Baca Juga :  Mayat dengan Luka Bakar Ditemukan di Jembatan Kalongliud, Warga Geger

“Keluhan petani hari ini adalah soal harga yang turun. Ini memang konsekuensi dari usaha pertanian. Saya terus mengedukasi agar petani tidak menyerah, semoga bulan depan harga kembali stabil,” kata dia.

Hal senada diungkapkan Ketua Kelompok Tani, Rahmat Hidayat. Ia menyebut bahwa harga komoditas sangat dipengaruhi oleh jumlah pasokan di pasar.

“Timun semi paling rendah harganya. Sementara timun monti masih di atas normal, dan kacang panjang relatif stabil. Kalau barang sedikit biasanya harga tinggi, kalau panen melimpah ya harga turun,” ungkapnya.

Baca Juga :  KPUD Kabupaten Bogor Gandeng Media Sosialisasikan Pilkada 2024

Meski demikian, para petani tetap melanjutkan kegiatan tanam sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan, baik untuk kebutuhan lokal maupun skala nasional.

“Mudah-mudahan bulan yang akan datang, ini stabil kembali,” tutupnya.***

 

Wartawan : Andreas