
NARASITODAY.COM, BOGOR– UPT Infrastruktur Irigasi Kelas A Wilayah V menanggapi minimnya pasokan air pada saluran Irigasi Sodong yang berdampak pada terhambatnya aktivitas pertanian di Desa Bagoang dan Desa Pangaur, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor.
Kepala UPT Irigasi setempat, Esda Permana Lukman, menjelaskan penyebab utama terhentinya aliran air adalah sedimentasi yang menutup saluran irigasi.
“Dikarenakan banyaknya sedimentasi pada saluran yang mencakup Kampung Tarisi, Desa Bagoang, hingga Desa Pangaur,” kata Esda saat dikonfirmasi, Jumat (3/10/2025).
Ia mengungkapkan, aliran air ke hilir tidak berjalan selama enam tahun terakhir.
Untuk penanganan sementara, pihaknya menurunkan juru pengairan, melibatkan 11 Penjaga Pintu Air (PPA) irigasi, serta meminjam alat berat untuk mengangkat sedimentasi.
Esda menambahkan, kondisi ini telah dilaporkan kepada Pemerintah Daerah. Ia juga menyoroti minimnya anggaran irigasi yang membuat pemeliharaan tidak maksimal. Dari kegiatan reguler, anggaran untuk wilayah UPT Irigasi Jasinga hanya sebesar Rp2,2 miliar.
“Di satu sisi pemerintah gencar menyuarakan ketahanan pangan, namun fasilitas irigasi tidak terawat dengan baik. Keberpihakan anggaran masih minim dan selalu kalah dengan pembangunan infrastruktur lainnya,” tukasnya.***
Wartawan : Andreas













