Kanada dan AS Tinjau Ulang Pakta Perdagangan, Carney Siap Berdialog dengan Trump

0
Carney
Perdana Menteri Kanada, Mark Carney. Foto : metrotvnews.com

NARASITODAY.COM, WASHINGTON – Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, dijadwalkan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Selasa (7/10/2025) di Washington.

Pertemuan ini bertujuan untuk membahas sejumlah isu penting terkait ekonomi dan keamanan, demikian disampaikan oleh kantor Carney pada Jumat (3/10/2025), di tengah proses peninjauan ulang pakta perdagangan Amerika Utara oleh kedua negara.

Baca Juga :  Miris!! Momen Hardiknas Warnai 4 Ruang Kelas SMPN 1 Sukajaya Ambruk Belum Diperbaiki Pemkab Bogor

Menurut laporan Reuters, Kanada telah melakukan pembicaraan intensif selama beberapa bulan dengan pihak AS guna merumuskan kerangka kerja baru dalam hubungan ekonomi dan keamanan. Salah satu tujuan utama dari perundingan tersebut adalah penghapusan seluruh tarif AS terhadap produk asal Kanada. Namun, proses negosiasi tersebut mengalami kebuntuan.

Baca Juga :  Dukung Italia di Tengah Konflik, Trump Sebut Meloni Teman dan Sekutu yang Teguh di Garis Depan Perang

Dalam pernyataannya di sela-sela Sidang Umum PBB bulan lalu, Carney menyatakan bahwa pembicaraan perdagangan dengan AS masih berlangsung. Ia menambahkan bahwa sejumlah isu penting masih perlu dibahas dalam peninjauan mendatang terhadap perjanjian dagang Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (USMCA).

Kanada dan AS masing-masing meluncurkan konsultasi bulan lalu yang akan menginformasikan persiapan untuk tinjauan bersama pertama (USMCA),” kata kantor Carney dalam pernyataan resminya pada Jumat.

Baca Juga :  Semarak HUT TNI ke-79, Koramil 2117/Nanggung Gelar Pordes U-17, Desa Kalongliud jadi Tuan Rumah

Kantor perdana menteri juga menegaskan bahwa kunjungan kerja tersebut akan difokuskan pada “prioritas bersama dalam hubungan ekonomi dan keamanan baru antara Kanada dan AS.”

Sementara itu, pihak Gedung Putih belum memberikan tanggapan saat dimintai komentar.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber