
NARASITODAY.COM, ISLAMABAD — Militer Pakistan melancarkan serangkaian operasi keamanan di wilayah barat laut Provinsi Khyber Pakhtunkhwa yang menewaskan sedikitnya 30 militan. Inter-Services Public Relations (ISPR), lembaga komunikasi militer Pakistan, mengonfirmasi operasi tersebut pada Jumat (10/10/2025).
Operasi ini difokuskan di daerah Jamal Maya, Distrik Orakzai, sebagai respons terhadap serangan sebelumnya yang menewaskan 11 anggota pasukan keamanan Pakistan, termasuk dua perwira, dalam bentrokan dengan kelompok militan pada hari Selasa. Menurut pihak militer, para militan yang tewas merupakan pelaku serangan terhadap aparat keamanan.
Selain itu, bentrokan terpisah terjadi pada Rabu di wilayah Dera Ismail Khan, juga di Khyber Pakhtunkhwa, yang mengakibatkan gugurnya seorang mayor Angkatan Darat Pakistan dan tujuh terduga militan.
Ketegangan di wilayah tersebut terus meningkat seiring dengan melonjaknya aktivitas kelompok bersenjata dalam beberapa tahun terakhir. Banyak dari insiden kekerasan ini dikaitkan dengan kelompok Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP), yang terdiri dari berbagai faksi militan.
Situasi semakin kompleks dengan munculnya tuduhan dari pemerintah Pakistan terhadap Taliban Afghanistan. Pada Kamis, Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif secara terbuka menuduh Kabul memberikan dukungan kepada TTP. Ia menyebut Taliban Afghanistan menyediakan “tempat perlindungan aman” bagi kelompok tersebut di wilayahnya.
“Taliban Afghanistan mendukung militan TTP untuk melawan Pakistan,” ujar Asif, menyoroti kekhawatiran Islamabad terhadap aktivitas lintas batas yang dilakukan oleh kelompok bersenjata.
Pakistan telah berulang kali menyampaikan keluhan bahwa pemerintah Afghanistan gagal mencegah serangan dari kelompok TTP yang menyeberang ke wilayah Pakistan melalui perbatasan yang dinilai longgar.
Namun, pemerintah Afghanistan membantah tuduhan tersebut. Kabul menegaskan bahwa mereka tidak akan membiarkan wilayahnya digunakan sebagai basis serangan terhadap negara tetangga. Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Afghanistan terkait tuduhan terbaru yang dilontarkan oleh Menteri Pertahanan Pakistan.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com













