Ratusan Warga Peru Turun ke Jalan Tolak Kebijakan Dana Pensiun untuk Kaum Muda

0
Ratusan warga
Demonstrasi Besar di Peru Berujung Pemakzulan Presiden Dina Boluarte, Jose Jeri Resmi Dilantik Sebagai Presiden Baru. Foto : cakrawala.co

NARASIITODAY.COM, PERU – Aksi demonstrasi besar-besaran yang berlangsung selama beberapa hari di ibu kota Peru, Lima, akhirnya berujung pada pemakzulan Presiden Dina Boluarte. Ratusan warga, mayoritas dari kalangan muda Gen Z, turun ke jalan sejak Minggu (21/9/2025), memprotes kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan generasi muda.

Unjuk rasa yang berlangsung ricuh itu menyebabkan bentrokan antara massa dan aparat keamanan. Belasan orang dilaporkan mengalami luka, termasuk seorang jurnalis. Para demonstran melakukan long march menuju kantor pemerintahan di pusat kota, menuntut perubahan dan akuntabilitas dari pemimpin negara.

Pada malam 21 September, kericuhan memuncak ketika demonstran melemparkan batu dan bom molotov ke arah polisi, yang dibalas dengan tembakan gas air mata. “Saya sangat marah, saya merasa benar-benar disesatkan oleh pemerintahan ini… dan Kongres yang melayani partai-partai politik,” ujar Xiomi Aguiler (28), salah satu peserta aksi. Ia menyebut partai politik sebagai “mafia yang mengakar di negara ini.”

Baca Juga :  Hakimi Cetak Gol Penentu, PSG Sapu Bersih Grup B Piala Dunia Antarklub

Sementara itu, Jonatan Esquen (18), seorang mahasiswa, menyebut demonstrasi ini sebagai “awal dari kebangkitan, karena orang-orang akhirnya menyadari bahwa anak muda lebih aktif di media sosial dan di arena politik.”

Kericuhan berlanjut pada Senin (29/9/2025), ketika sekelompok pemuda kembali melemparkan bom molotov dan kembang api ke arah aparat. Koordinator Nasional Hak Asasi Manusia (CNDDHH) melaporkan 19 orang terluka, termasuk seorang jurnalis. Kepolisian Nasional menyebut seorang polisi mengalami luka bakar tingkat pertama akibat bom molotov.

CNDDHH mengecam tindakan aparat. “Kami menyerukan kepada polisi untuk menghormati hak berunjuk rasa. Tidak ada pembenaran untuk menembakkan gas air mata dalam jumlah besar, apalagi untuk menyerang orang,” kata Mar Perez, pengacara CNDDHH, kepada AFP.

Baca Juga :  Cakalang Aglio Olio Hidangan Pasta yang Menyatu dengan Rasa Laut yang Segar

Pemicu utama demonstrasi adalah undang-undang yang disahkan pada 5 September, yang mewajibkan kaum muda untuk berkontribusi pada dana pensiun swasta, meskipun mayoritas dari mereka bekerja di sektor informal dengan tingkat ketidakamanan tinggi. Selain itu, meningkatnya kejahatan terorganisir dalam enam bulan terakhir turut memperburuk situasi sosial.

Puncaknya, pada Kamis (9/10/2025) malam waktu setempat, Kongres Peru menggelar sidang darurat dan memutuskan untuk memakzulkan Boluarte. Sidang tersebut tidak dihadiri oleh sang presiden.

“Dalam sidang pemakzulan, mayoritas 118 dari 122 anggota parlemen mendukung pemakzulannya. Dengan putusan ini, Boluarte dicopot dari jabatan presiden,” ujar pemimpin Kongres Jose Jeri, seperti dilansir AFP, Jumat (10/10/2025).

Boluarte, yang menjabat sejak Desember 2022, dikenal sebagai salah satu pemimpin dengan tingkat popularitas terendah di dunia, hanya 2–4 persen. Ia juga dituduh memperkaya diri secara ilegal dan bertanggung jawab atas penindakan keras terhadap demonstran.

Baca Juga :  Persib Bandung Siap Menjamu PSIM Yogyakarta di Laga Penting Pekan ke-31 Super League

Tak lama setelah pemakzulan, Jose Jeri dilantik sebagai Presiden Peru yang baru. “Hari ini, saya dengan rendah hati menjabat sebagai Presiden republik ini… untuk menempatkan dan memimpin pemerintahan transisi,” kata Jeri dalam pidatonya di hadapan parlemen.

Jeri, yang berusia 38 tahun dan berasal dari partai konservatif Somos Peru, berjanji akan mengambil langkah tegas terhadap meningkatnya kejahatan. “Musuh utama ada di jalanan: geng kriminal,” tegasnya. “Kita harus mendeklarasikan perang terhadap kejahatan.”

Dengan pelantikannya, Jeri menjadi Presiden ke-7 Peru sejak 2016 dan masuk dalam jajaran kepala negara termuda di dunia.***

Editor : Alysa

Sumber : detik.com