Teknologi Unitsky UST Bisa Bawa Revolusi Moda Transportasi Massal di Jabodetabek

0
Jabodebek
Pemerintah tengah mengkaji proyek moda transportasi pengumpan LRT Jabodebek rute Harjamukti–Mekarsari yang menggunakan teknologi Suspended String Light Rail Transport (SSLRT). Foto : cnbcindonesia.com

NARASITODAY.COM – Proyek moda transportasi pengumpan (feeder) untuk LRT Jabodebek yang menghubungkan kawasan Harjamukti dan Mekarsari di Cileungsi kembali mencuat.

Konsep yang tengah dikaji adalah Suspended String Light Rail Transport (SSLRT), atau LRT gantung, yang dinilai cocok untuk menjangkau wilayah padat dan sulit dilalui rel konvensional.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api dari Ditjen Perkeretaapian, Arif Anwar, menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu hasil kajian kelayakan atau feasibility study (FS) yang sedang disusun oleh investor.

“Kami diundang kick off meeting terkait penyusunan feasibility studi LRT feeder Jabodetabek Harjamukti… Itu salah satu investor yang tertarik yang dari PT Unitsky, posisi saat ini mereka lagi mengerjakan studi FS, dan ini dilepas ke investor, kira-kira seperti apa,” ujar Arif dalam konferensi pers di Kemenhub, Kamis (29/10/2025).

Baca Juga :  Ledakan Dekat Stasiun Kereta Moskow Tewaskan Satu Polisi, Pelaku Juga Tewas

Hasil FS tersebut akan menjadi acuan pemerintah untuk menentukan skema pembangunan, apakah melalui investasi murni atau kerja sama dengan investor.

“Kalau selesai FS-nya akan disampaikan ke kami dan kami evaluasi… Hasilnya kami belum tau karena baru disusun oleh PT Unitsky jadi kita tunggu aja,” tambah Arif.

Proyek ini sebelumnya telah menarik minat sejumlah investor karena potensinya menghubungkan kawasan pemukiman padat dengan jaringan LRT utama. Salah satu teknologi yang ditawarkan adalah Unitsky String Transport (UST), yang berbeda dari kereta gantung biasa.

Baca Juga :  Badai Musim Dingin Melanda AS, Puluhan Ribu Tersandung Pemadaman dan Gangguan Transportasi

Teknologi ini menggunakan kendaraan listrik otonom di atas rel baja tegang dan mampu melaju hingga 150 km/jam, dengan efisiensi energi tinggi dan tingkat keamanan yang unggul.

Kick Off Meeting dan penandatanganan Surat Komitmen untuk pelaksanaan FS telah digelar pada 9 Oktober 2025 di Hotel Pullman Thamrin, Jakarta. Acara ini diinisiasi oleh PT Minsky Cakrawala Nusa (MCN) bersama Malcon Group dan Unitsky Nusantara Technologies sebagai penyedia teknologi.

“Acara ini menjadi momentum penting dalam memulai penyusunan kajian kelayakan yang akan menjadi dasar pengembangan sistem transportasi terintegrasi berbasis teknologi Unitsky String Transport (UST),” tulis Unitsky dalam akun Instagram resminya.

Dalam sesi paparan, disampaikan rencana trase sepanjang ±11,5 km, proyeksi jumlah penumpang, analisis teknis, serta skema investasi yang sepenuhnya berasal dari pembiayaan swasta. Proyek ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan, memperluas akses layanan LRT Jabodebek, dan menghadirkan moda transportasi yang cepat, efisien, serta ramah lingkungan.

Baca Juga :  Hari Kartini 2025, Semua Penumpang Perempuan Nikmati Layanan Transportasi Gratis di Jakarta

Sebagai tindak lanjut, ketiga pihak telah menyerahkan Surat Komitmen Bersama kepada Ditjen Perkeretaapian, menyepakati pelaksanaan FS dalam waktu enam bulan sebagai bentuk keseriusan menuju implementasi proyek secara efektif.

“Dengan terlaksananya kegiatan ini, maka dimulailah tahap resmi penyusunan Feasibility Study Kereta Feeder LRT Harjamukti yang diharapkan menjadi tonggak penting bagi pengembangan sistem transportasi massal modern, inovatif, dan berkelanjutan di wilayah Jabodetabek,” tulis Unitsky.****

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com