NARASITODAY.COM, JAKARTA – Dunia hukum dan masyarakat sipil Indonesia berduka atas kepergian Johnson Sotarduga Panjaitan, advokat senior sekaligus Wakil Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) RBA, yang meninggal pada Minggu (26/10/2025) pukul 07.33 WIB di usia 59 tahun. Almarhum sempat dirawat intensif beberapa hari sebelum wafat, dan jenazahnya disemayamkan di Rumah Duka RSU UKI sebelum dimakamkan pada hari yang sama.
Kabar duka ini cepat menyebar di kalangan advokat, aktivis, dan pembela hak asasi manusia. Johnson Panjaitan dikenal luas sebagai sosok konsisten dalam memperjuangkan keadilan, bahkan di tengah tekanan dan ancaman. Dewan Pimpinan Nasional Peradi RBA menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian tokoh yang memiliki kontribusi besar bagi dunia advokasi dan penegakan hukum di Indonesia.
“Semoga amal, jasa, dan pengabdian beliau semasa hidup diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” tulis pernyataan resmi DPN Peradi RBA.
Tidak hanya dikenal di dunia hukum, Johnson juga aktif di isu lingkungan. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) mengenang beliau sebagai sosok yang peduli pada keadilan sosial, hak masyarakat adat, dan perlindungan lingkungan. Johnson pernah menjadi Dewan Nasional WALHI periode 2002–2005, serta kerap turun langsung ke lapangan membela hak-hak rakyat kecil.
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, mengenang Johnson sebagai advokat tangguh, berani, dan penuh integritas. Pertemuan mereka bermula sejak masa awal reformasi, ketika Johnson membantu penyelidikan kasus Tragedi Trisakti 12 Mei 1998. Dalam berbagai peristiwa pelanggaran HAM di Timor Timur, Aceh, hingga Papua, Johnson selalu hadir aktif mendampingi para pejuang HAM.
Keberanian Johnson terlihat dari sikapnya menghadapi ancaman fisik dan tekanan politik, termasuk serangan terhadap kantor dan penembakan mobil pribadinya. Meski demikian, tekadnya untuk menegakkan keadilan tak pernah goyah. Usman mengenang, “Semua teror itu tidak pernah menciutkan nyalinya. Dia mencintai keadilan. Selamat beristirahat dalam damai, Bung Johnson.”
Kini, setelah 59 tahun perjalanan hidupnya, perjuangan Johnson Panjaitan telah usai, namun semangatnya tetap hidup dalam ingatan banyak orang yang pernah bekerja dan berjuang bersamanya. Sosoknya akan selalu dikenang sebagai advokat dan aktivis yang menginspirasi bagi generasi berikutnya. (MG3)
Editor : Mutiara
Sumber : Hukumonline.com














