Ledakan Dahsyat di Lagoon, Rumah Makan SHSD Bekasi Ludes Terbakar

0
Tempat makan di Bekasi terbakar
Tangkapan layar. Si jago merah lahap rumah makan Sambel Hejo Sambel Dadak (SHSD) yang berada di kawasan Lagoon, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, pada Minggu (2/11/2025) sore. Foto (Ist)

NARASITODAY.COM, BEKASI-
Kebakaran hebat melanda rumah makan Sambel Hejo Sambel Dadak (SHSD) yang berada di kawasan Lagoon, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, pada Minggu (2/11/2025) sore.

Api berkobar hebat dan menimbulkan kepanikan warga sekitar.

Berdasarkan informasi sementara, kebakaran diduga kuat dipicu oleh kebocoran gas saat proses pengisian dari mobil tangki ke restoran tersebut.

Baca Juga :  Promosikan Kopi Lokal, Pemkab Bogor Sajikan Kopi Gratis Bagi Warga di Kabogorfest 2025

Seorang warga sekitar, Yayang, menuturkan dirinya sempat mendengar beberapa kali ledakan dari arah lokasi kebakaran.

“Saya lagi di apartemen Lagoon, tiba-tiba terdengar empat kali ledakan keras. Getarannya sampai terasa di kaca apartemen,” ujarnya kepada awak media.

Yayang menambahkan, sesaat sebelum kebakaran terjadi, terlihat sebuah mobil pengisian gas tengah berhenti di depan rumah makan.

Baca Juga :  Diduga dari Percikan Api Pengelasan, Toko Tekstil di Ciampea Dilahap Sijago Merah

Tak lama setelah itu, terdengar suara ledakan disertai kobaran api besar yang membumbung tinggi.

“Kelihatannya mobil itu lagi ngisi gas ke restoran, tapi enggak tahu bocor atau gimana, tiba-tiba aja kebakar,” katanya, sebagaimana dilansir dari Pojokbekasi.

Hingga berita ini diturunkan, petugas pemadam kebakaran Kota Bekasi masih berjibaku memadamkan api di lokasi. Belum ada laporan resmi terkait korban jiwa maupun kerugian materi.

Baca Juga :  Sering Berdandan Glamor, Pj Gubernur Jabar Ultimatum Kades Gunung Menyan Bogor

Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

Kawasan Lagoon tampak dipadati warga yang menyaksikan proses pemadaman, sementara jalur di sekitar lokasi ditutup sementara untuk mencegah meluasnya bahaya.***

Editor : Andreas