
NARASITODAY.COM, BOGOR – Cegah kos-kosan menjadi tempat prostitusi, Kepala Desa Babakan, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. bersama Babinkamtibmas dan Karang Taruna Desa Babakan mengecek kos-kosan yang ada di wilayah Babakan. Kecamatan Dramaga.
Kepala Desa Babakan, Ahmad Yani mengungkapkan enam bulan lalu, ada pengaduan dari masyarakat akan adanya tempat kos-kosan yang disalah gunakan sebagai tempat penginapan yang berbau esek-esek.
Mendapatkan laporan tersebut, Desa Babakan bersama Muspika Kecamatan Dramaga melakukan razia ke tempat kos-kosan tersebut.
Selain diberikan himbauan, lokasi kos -kosan tersebut di pasang garis polisi line oleh pihak Polisian.
”Kita datang ke lokasi kos-kosan tersebut untuk memastikan bahwa garis polisi line tersebut masih terpasang dan sudah tidak ada lagi aktivitas penyalah guna kos-kosan menjadi tempat prostitusi atau Michat,” ujarnya.
Ahmad Yani mengungkapkan kedatangan dirinya bersama dengan Karang Taruna, Babinkamtibmas dan Karang Taruna untuk memastikan bahwa garis police line masih terpasang dan tidak ada lagi aktivitas yang dilarang.
Dirinya juga menghimbau kepada para pemilik kos-kosan yang ada di wilayah Babakan agar tidak merubah peruntukannya yakni kos-kosan menjadi tempat Esek -Esek atau Michat .
”Police line sebagai tanda dalam pengawasan. Kalau di langgar atau dicabut tentunya akan ada tidak yang berat dari pihak Kepolisian,” tegasnya.
Pengelola kos-kosan, Selamet mengaku kos-kosan Pondok Hijau disewakan untuk umum dan mahasiswa.
Untuk yang sewa kos, biasanya ada yang bulanan dan ada juga yang tahunan. Namun, sejak dipasang garis polisi line yang sewa kos sepi ada juga aktivitas pengelolaan kos-kosan saja.
”Saat ini masih terpasang garis polisi line dan belum dicabut. Sejak di pasangi police line, sudah tidak ada lagi aktivitas dan informasi oleh pemilik tempat ini akan dijual,”tukasnya.***
Editor : Andreas













