UMKM Haya Indonesia di Nanggung Gerakkan Ekonomi Warga Hambaro

0
UMKM Haya Indonesia
Para pekerja tengah packing barang yang terletak di Kampung Hambaro, Desa Hambaro, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Foto (Andres/Narasitoday.com).

NARASITODAY.COM, BOGOR- Di tengah gempuran produk industri besar, kehadiran UMKM Haya Indonesia di Kampung Hambaro, Desa Hambaro, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, menjadi bukti bahwa usaha lokal pun mampu menjadi penggerak ekonomi desa.

Usaha yang bergerak di bidang produksi pembersih rumah tangga ini tak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga berhasil memulangkan warga yang sebelumnya merantau ke kota.

Ketua RT setempat, Nursalam, mengaku bangga dengan kehadiran UMKM tersebut.

“Saya sangat mendukung adanya UMKM di wilayah Desa Hambaro karena masyarakat merasa sangat terbantu. Berkat Haya Indonesia, sekarang tidak ada lagi warga yang menganggur. Kami berharap UMKM ini bisa terus maju dan berkembang,” ujarnya, Selasa (4/11/2025).

Baca Juga :  Pemkab Bogor Siap Bangun Kembali Puskesmas Citeureup Pascakebakaran Lewat Dukungan CSR

Senada dengan itu, tokoh masyarakat Ustad Bambang menilai, manfaat Haya Indonesia tak hanya dalam bidang ekonomi, tapi juga sosial-keagamaan.

“Selain membantu perekonomian warga, UMKM ini juga memudahkan kami saat kegiatan keagamaan seperti peringatan Hari Besar Islam (PHBI). Semoga Haya Indonesia semakin maju dan terus membawa dampak positif bagi masyarakat Hambaro,” tuturnya.

Penanggung jawab UMKM Haya Indonesia, Mufid, menjelaskan bahwa usaha ini fokus menghadirkan produk pembersih rumah tangga dengan inovasi khas desa.

Baca Juga :  ESI Kabupaten Bogor Gelar Turnamen Mobile Legends Piala Bupati 2025

“Kami menghadirkan ‘son cleaner’, pembersih serbaguna untuk lantai dan kamar mandi. Selain itu, ada juga pembersih kulkas dan pembersih pakaian,” jelasnya.

Tak kalah menarik, strategi pemasaran Haya Indonesia sepenuhnya berbasis digital.

“Untuk sistem pemasaran, kami 100% menggunakan media online. Produk kami dijual melalui marketplace seperti Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, dan Lazada,” ujarnya.

Mufid menegaskan bahwa seluruh produk Haya Indonesia telah memenuhi aspek legalitas.

Baca Juga :  Kepala Desa Pangkaljaya Harap Mobil Layanan Jadi Contoh Pelayanan Publik Lebih Baik

“Alhamdulillah, kami sudah mengantongi izin dari Dinas Kesehatan (Dinkes). Proses perizinan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) juga sudah kami tempuh untuk melindungi merek dan inovasi kami,” ujarnya.

Lebih dari sekadar bisnis, Haya Indonesia juga memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Sekarang banyak warga yang ikut menjadi reseller. Para ulama dan tokoh agama pun turut berjualan online. Bahkan, beberapa warga yang dulu merantau kini memilih pulang dan ikut membangun usaha di kampung,” kata Mufid dengan bangga.***

Wartawan : Andreas