Edukasi Orangtua oleh RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang Hadirkan Solusi Atasi Gerakan Tutup Mulut Anak

0
edukasi
Melalui program SIKANCIL di Poliklinik Anak, RSUD Leuwiliang memberikan pemahaman kepada orangtua tentang cara menghadapi anak yang menolak makan tanpa paksaan, dengan pendekatan yang menyenangkan dan penuh kasih.Foto : Dok. RSUD R. Moh. Noh. Nur Leuwiliang.

NARASITODAY.COM, BOGOR – Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD R. Moh. Noh. Nur Leuwiliang menggelar edukasi kesehatan anak di ruang tunggu rawat jalan Poliklinik Anak, Rabu (8/10/2025). Kegiatan bertajuk Edukasi Anak Kecil (SIKANCIL) kali ini mengangkat tema Gerakan Tutup Mulut (GTM) yang kerap dialami anak-anak.

Baca Juga :  Pakansari Tampil Baru! Sentuhan Merah Putih Segarkan Stadion Kebanggaan Bogor

Dokter Spesialis Anak dr Desak Gede Arie Yudhantari menjelaskan, GTM merupakan kondisi ketika anak menolak makan dengan cara menutup mulut, memalingkan wajah, atau menolak secara verbal maupun nonverbal.

“Penyebab GTM sangat beragam, mulai dari hal sederhana seperti belum lapar atau bosan, hingga masalah kesehatan seperti sembelit, sakit tenggorokan, tumbuh gigi, atau bahkan trauma terhadap makanan tertentu,” ujarnya.

Baca Juga :  Mencari Jalan Tengah Program KDM Bagi Anak-Anak Yang Susah Diatur

Ia menekankan pentingnya pendekatan yang tepat dalam mengatasi GTM tanpa memaksa anak. Memaksa anak makan justru dapat menimbulkan trauma psikologis dan membuat anak semakin menolak makanan.

“Ciptakan lingkungan yang menyenangkan. Ajak anak makan bersama keluarga, hias meja makan, atau gunakan piring dan peralatan makan yang menarik,” katanya.

Baca Juga :  Ibadah Umrah Paula Verhoeven Tanpa Baim Wong: Suami Tak Diberi Izin

Selain itu, pemberian makanan dengan variasi menu dan tekstur yang sesuai usia anak juga menjadi kunci mengatasi GTM. Dokter Desak berharap edukasi ini dapat membantu orangtua memahami dan menangani masalah GTM pada anak dengan lebih baik.***

Editor : Alysa