
NARASITODAY.COM, KYIV – Rusia melancarkan gelombang serangan drone dan rudal semalam di Ukraina pada Sabtu (8/11/2025), menewaskan sedikitnya tiga orang. Para pejabat Ukraina melaporkan bahwa serangan tersebut juga merusak fasilitas infrastruktur energi besar di tiga wilayah.
Dua korban jiwa dilaporkan dari kota Dnipro, di mana sebuah drone menghantam gedung apartemen dan menyebabkan 12 orang lainnya luka-luka. Satu orang lainnya dipastikan tewas di wilayah Kharkiv, menurut pejabat daerah.
Kerusakan infrastruktur energi dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Yulia Svyrydenko, yang menyebut fasilitas di wilayah Kyiv, Poltava, dan Kharkiv terdampak.
Presiden Volodymyr Zelenskiy menyebut skala serangan Rusia sangat masif, dengan mengatakan bahwa Rusia telah meluncurkan lebih dari 450 drone dan 45 rudal.
Angkatan Udara Ukraina merinci bahwa dalam serangan semalam, 406 pesawat nirawak dan sembilan rudal Rusia berhasil ditembak jatuh. Namun, 26 rudal dan 52 pesawat nirawak lainnya berhasil lolos dan menghantam 25 lokasi berbeda.
Presiden Zelenskiy menegaskan bahwa serangan terbaru ini menunjukkan perlunya peningkatan tekanan sanksi terhadap Moskow.
“untuk setiap serangan Moskow terhadap infrastruktur energi yang bertujuan merugikan rakyat biasa sebelum musim dingin harus ada respons sanksi yang menargetkan seluruh energi Rusia, tanpa terkecuali,” ujarnya di aplikasi Telegram.
Sejak invasi skala penuh dimulai hampir empat tahun lalu, Rusia kerap menargetkan sektor energi Ukraina, terutama menjelang musim dingin saat kebutuhan pemanas meningkat. Perusahaan energi negara Naftogaz melaporkan bahwa musim gugur ini saja, fasilitas gas telah diserang sembilan kali dalam dua bulan.
Kementerian Pertahanan Moskow mengonfirmasi peluncuran serangan besar-besaran tersebut. Mereka mengklaim telah menggunakan senjata presisi jarak jauh berbasis udara, darat, dan laut untuk menargetkan fasilitas produksi senjata dan energi Ukraina.
Moskow menyatakan serangan itu sebagai “tanggapan atas serangan Kyiv terhadap Rusia”. Rusia juga mengklaim pasukannya terus maju dalam pertempuran sengit di sekitar kota-kota penting seperti Pokrovsk dan Kupiansk, dan telah merebut sebuah desa kecil di Ukraina timur.
Sebagai balasan, Ukraina secara rutin mengirimkan drone untuk menyerang fasilitas minyak di wilayah Rusia. Kyiv berusaha mengurangi kemampuan Moskow membiayai perangnya setelah upaya diplomatik untuk menghentikan konflik gagal.
Sementara itu, Svyrydenko mengatakan pemerintah dan perusahaan energi sedang bekerja untuk memulihkan pasokan listrik, air, dan pemanas yang rusak akibat serangan terbaru.
Di wilayah Poltava, dua kota Kremenchuk dan Horishni Plavni kehilangan sebagian besar pasokan listrik dan terpaksa menggunakan generator untuk menyediakan air bagi puluhan ribu penduduk.***
Editor : Alysa
Sumber : Berbagai Sumber













