Koalisi Baru Jerman Rombak Kebijakan Perdagangan dengan Tiongkok untuk Kurangi Ketergantungan

0
kebijakan
Ilustrasi bendera jerman dan china. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, BERLINPemerintah koalisi Jerman berencana melakukan kajian ulang mendalam terhadap kebijakan perdagangannya dengan Tiongkok. Langkah strategis ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan antara dua raksasa ekonomi tersebut.

Kajian ini akan mencakup area-area vital, termasuk kebijakan energi, impor bahan baku strategis, dan peninjauan investasi Tiongkok dalam infrastruktur penting Jerman.

Sebagai bagian dari inisiatif ini, pemerintah koalisi akan membentuk sebuah komite ahli baru yang akan bertugas melapor langsung kepada parlemen.

Menurut mosi yang diajukan oleh kubu konservatif pimpinan Kanselir Friedrich Merz dan mitra koalisi mereka, Sosial Demokrat (SPD), komite tersebut akan ditugaskan untuk mengkaji “hubungan perdagangan yang relevan dengan keamanan antara Jerman dan Tiongkok” dan selanjutnya memberikan rekomendasi kepada pemerintah.

Baca Juga :  Evaluasi Pilkada Langsung: Komisi II DPR Sarankan Hanya Gubernur yang Dipilih oleh DPRD

Mosi tersebut diperkirakan akan disahkan pada Jumat depan. Komite ahli yang akan beranggotakan akademisi, perwakilan asosiasi industri, serikat buruh, dan anggota lembaga pemikir akan segera dibentuk setelahnya.

Langkah ini menandai pergeseran signifikan. Selama beberapa dekade, Jerman memandang Tiongkok sebagai sekutu alami dalam mendorong perdagangan global terbuka yang telah menguntungkan sektor manufaktur Jerman.

Baca Juga :  Rudy Susmanto Pastikan Jalan Abdul Fatah Ciampea Diperbaiki Tahun Ini

Namun, serangkaian guncangan baru-baru ini, seperti pembatasan ekspor tanah jarang oleh Tiongkok yang mengancam industri otomotif vital Jerman, telah mendorong pemikiran ulang yang fundamental.

Komite baru ini dijadwalkan untuk melapor kepada parlemen dua kali setahun dan juga akan mempelajari hubungan dagang negara-negara lain dengan Tiongkok.

“Tujuan komite ini adalah untuk mengkaji dari perspektif hukum, ekonomi, dan politik perlunya perubahan aturan perdagangan luar negeri,” demikian bunyi mosi tersebut.

Baca Juga :  5 Alasan Mengapa Mode Malam Membuat Itikaf Anda Lebih Nyaman dan Efektif

Perubahan sikap ini juga tercermin dari tindakan para pejabat tinggi. Bulan lalu, Menteri Luar Negeri Johann Wadephul, yang dikenal kritis terhadap Tiongkok, menunda kunjungannya ke Beijing.

Minggu ini, Kanselir Merz secara terbuka menyerukan agar Eropa mengadopsi langkah-langkah proteksionis untuk melindungi industri baja Eropa dari persaingan Tiongkok, sebuah langkah yang mematahkan dogma perdagangan bebas Jerman selama puluhan tahun.

Senada dengan itu, Menteri Keuangan dari SPD, Lars Klingbeil, turut menekankan perlunya “sedikit lebih banyak patriotisme Eropa”.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber