Pertamina Patra Niaga Blokir 394 Ribu Kendaraan untuk Antisipasi Penyelewengan BBM Subsidi

0
Juli 2026
Ilustrasi Pom bensin. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga telah memblokir akses pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi bagi 394.000 nomor kendaraan. Langkah tegas ini dilakukan sebagai bagian dari upaya intensif perusahaan untuk memerangi penyalahgunaan BBM bersubsidi, yaitu Solar Subsidi dan Pertalite, dan memastikan penyalurannya tepat sasaran.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, mengungkapkan bahwa identifikasi kecurangan dilakukan melalui pemetaan pola konsumsi BBM yang tidak wajar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

“Selain itu dari sisi pengawasan sistem subsidi tepat ini telah melakukan identifikasi fraud terhadap 394 ribu nomor kendaraan yang telah kita blokir untuk antisipasi maupun mitigasi adanya penyalahgunaan BBM di SPBU,” jelasnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR RI, Jakarta, dikutip Selasa (18/11/2025).

Baca Juga :  Coba Resep Bika Ambon Mini Yang Ekonomis Dan Berserat Ini Di Rumah!

Kunci Utama Pengawasan: Penerapan QR Code Penuh

Penerapan wajib penggunaan QR Code menjadi jantung dari strategi pengawasan Pertamina Patra Niaga. Saat ini, pembelian Solar Subsidi dan Pertalite di seluruh SPBU telah diwajibkan menggunakan sistem ini, yang hanya berlaku untuk kendaraan roda empat ke atas.

Baca Juga :  Pertamina Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green Mulai 10 Juni 2026

Menurut Mars Ega, kebijakan ini memastikan bahwa pembelian hanya dapat dilakukan oleh masyarakat yang memang berhak, sekaligus mencegah praktik fraud seperti pengulangan transaksi atau penggunaan identitas kendaraan yang tidak sesuai.

“Untuk sektor BBM saat ini telah dilaksanakan full QR Code untuk penyaluran BBM jenis Solar maupun jenis Pertalite,” imbuhnya.

Dampak Positif: Konsumsi Subsidi Menurun Signifikan

Kebijakan pengawasan yang diperketat melalui QR Code ini telah menunjukkan dampak nyata pada konsumsi BBM subsidi. Pertamina Patra Niaga mencatat penurunan signifikan hingga Oktober 2025:

  • Pertalite: Konsumsi turun hingga 10% dari kuota 2025.
  • Solar Subsidi: Konsumsi turun sekitar 1,5% dari kuota 2025.
Baca Juga :  Harga Pertamax Tembus Rp16.250, Menkeu Purbaya Jamin Dampak Inflasi Bakal Minim

“Kuota Solar sampai dengan Oktober 2025 diperkirakan bisa terkendali under 1,5% dari kuota yang diberikan kepada PT Pertamina Patra Niaga, sementara untuk sektor Pertalite diperkirakan under 10% dari kuota 2025,” papar Mars Ega.

Selain penindakan terhadap kendaraan, perusahaan juga telah memberikan pembinaan kepada sebanyak 544 SPBU sepanjang tahun 2025. Dengan langkah-langkah terpadu ini, Pertamina berharap distribusi Solar Subsidi dan Pertalite dapat terus terjaga, tepat sasaran, dan bebas dari penyimpangan.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com