
NARASITODAY.COM, BOGOR- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor melakukan monitoring pembangunan Jembatan Ciparigi di ruas Jalan Cibeber- Malasari, Kecamatan Nanggung.
Hasil pengecekan terbaru menunjukkan progres pekerjaan meningkat signifikan dari pekan sebelumnya yang berada di angka 42 persen.
Kepala UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan Wilayah VI Cigudeg, Boby Wahyudi, mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat sekitar.
“Alhamdulillah perkembangan cukup baik. Semoga tidak lama lagi semuanya rapi. Setelah ini juga akan ada tahapan peningkatan seperti pembersihan dan pekerjaan pendukung lainnya,” ujarnya, Senin (17/11/2025).
Boby turut menyampaikan apresiasi kepada Bupati Bogor Rudi Susmanto dan Wakil Bupati Jaro Ade atas dukungan penuh terhadap pembangunan tersebut.
Menurutnya, keberadaan jembatan ini akan mempermudah akses menuju Desa Malasari dan Curugbitung, terutama Kampung Malasari, yang selama ini sangat bergantung pada jalur tersebut.
Sementara itu, pelaksana proyek dari PT Arcido Artha Multimodo, Koko Komaludin, mengatakan pihaknya menghadapi sejumlah kendala, terutama faktor cuaca dan kelangkaan material.
“Kami dihadapkan pada fenomena alam, yakni hujan, dan kesulitan memperoleh bahan seperti split dan pasir beton. Harga split yang biasanya Rp280 ribu per kubik kini bisa mencapai Rp550 ribu per kubik, itu pun sulit didapat,” jelasnya.
Meski demikian, kata Koko, pekerjaan tetap berjalan baik. Hingga saat ini progres pembangunan telah mencapai 60 persen.
Ia menyebut target penyelesaian sempat terganggu lantaran kelangkaan material, namun progres yang melebihi jadwal—di mana seharusnya baru mencapai 40 persen menjadi bukti komitmen pihaknya.
“Kami tetap kejar sesuai masa hari kerja agar penyelesaian bisa optimal,” tandasnya.
Editor : Andreas













