
NARASITODAY.COM, ISLAMABAD – Pertemuan bilateral antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif di Islamabad, Pakistan, pada Selasa (9/12/2025), diwarnai oleh momen persahabatan yang istimewa dan tak terduga.
Dalam konferensi pers usai pertemuan, PM Shehbaz Sharif memilih untuk mengutip salah satu penyair dan sastrawan terkemuka Indonesia, Sapardi Djoko Damono, untuk menggambarkan kedekatan emosional kedua negara.
Kutipan sastra tersebut digunakan oleh Shehbaz untuk menekankan bahwa sambutan hangat yang diberikan Pakistan melampaui formalitas diplomatik, mencerminkan persahabatan panjang antara Indonesia dan Pakistan.
“Penyair besar Indonesia, Sapardi Djoko Damono menulis bahwa kehangatan berasal dari ketulusan. Jadi kehangatan ini berasal dari ketulusan bukan dari protokol rutin,” kata Shehbaz.
Shehbaz menekankan, sambutan hangat dari Pakistan tersebut merupakan cerminan hubungan kedua negara yang telah terjalin selama puluhan tahun.
“Kami sungguh merasakan kehangatan itu hari ini, meskipun cuaca di Islamabad sedang menuju musim dingin, dalam beberapa hari mendatang,” tambahnya, mengaitkan iklim kota Islamabad yang dingin dengan suasana hati yang hangat.
Momen keakraban ini bertepatan dengan tahun penting bagi kedua negara. PM Pakistan juga menyoroti bahwa kunjungan Presiden Prabowo kali ini bertepatan dengan perayaan 75 tahun hubungan diplomatik antara Republik Indonesia dan Pakistan.
Menyambut momentum bersejarah ini, Shehbaz Sharif secara khusus mengajak Presiden Prabowo untuk merayakan usia hubungan diplomatik yang matang tersebut secara meriah di kedua ibu kota.
“Mari kita sepakat merayakan 75 tahun ini dengan penuh merah di Jakarta dan Islamabad. Pada saat yang sama, ini akan menyampaikan pesan yang sangat kuat dan jelas kepada semua pihak di kedua negara,” ajaknya.
Kutipan sastra yang puitis dari seorang pemimpin negara asing ini bukan hanya menjadi highlight diplomatik, tetapi juga menegaskan dimensi kultural yang mendalam dalam hubungan bilateral, melampaui kerja sama politik dan ekonomi rutin.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com












