NARASITODAY.COM, BOGOR- Jangan ketika sudah terbentuk hanya diam. Kalimat singkat itu dikatakan, salah satu pemuda Kecamatan Nanggung Suryadi, itu seperti alarm pagi yang bunyinya keras dan sulit diabaikan. Pesannya jelas, KNPI jangan cuma hidup di papan nama.
Menjelang Musyawarah Kecamatan (Muscam) KNPI Nanggung, suhu politik pemuda mulai naik beberapa derajat.
Dua nama dipastikan bakal meramaikan bursa calon ketua, Amdin Nukliri dan Komarudin, atau yang lebih akrab disapa Koko.
Amdin bukan wajah baru. Ia pernah turun gelanggang, meski harus menelan kekalahan di pertarungan sebelumnya. Kini, ia kembali dengan pengalaman dan kata orang mental yang sudah ditempa.
Sementara Koko datang dengan modal berbeda. Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) KNPI periode sebelumnya ini paham betul jeroan organisasi. Ibaratnya, tahu kabel mana yang sering korslet.
Nanggung sendiri bukan kecamatan biasa. Wilayah yang berada di pinggiran ibu kota Kabupaten Bogor, Cibinong, ini menyimpan segudang potensi.
Mulai dari rumah sejarah kantor bupati pertama di Malasari, hingga kawasan strategis PT Antam Pongkor.
Sayangnya, potensi besar ini kerap terasa seperti harta karun yang peta petunjuknya hilang bagi pemuda.
“Di Nanggung ini potensinya luar biasa. Tapi harus dikelola oleh orang yang benar-benar punya jiwa kepemimpinan,” kata Suryadi. Rabu (18/12/2025).
Ia juga menyentil kondisi KNPI yang selama ini dinilai adem ayem. Bahkan cenderung acuh tak acuh. Karena itu, siapa pun yang terpilih nanti, perubahan dianggap harga mati.
Dengan sekitar 58 Organisasi Kepemudaan (OKP) yang terdaptar di Kecamatan Nanggung, Muscam nanti dipastikan ramai.
Bukan hanya soal siapa menang dan siapa kalah, tapi soal apakah KNPI benar-benar hadir di tengah pemuda atau sekadar muncul saat spanduk dibentangkan.
Apalagi, kualitas SDM pemuda Nanggung dinilai sudah cukup mumpuni, baik dari sisi pendidikan maupun pengalaman organisasi.
Tinggal bagaimana KNPI mampu menjadi wadah yang hidup bukan museum organisasi.
“KNPI harus hadir di tengah-tengah pemuda sebagai wadah yang benar-benar ada di wilayah,” tegas Suryadi.
Kini, duel Amdin versus Koko tinggal menunggu peluit tanda mulai. Bukan adu otot, tapi adu gagasan.
Yang jelas, pemuda Nanggung tak lagi ingin KNPI sekadar rapat, foto, lalu menghilang. Mereka ingin gerak, dampak, dan bukti nyata.
Muscam kali ini bukan soal siapa duduk di kursi ketua, tapi apakah KNPI Nanggung siap bangun atau tetap memilih diam.***
Wartawan : Andreas













