Dari Layar Kaca ke Titik Bencana, Ratna Galih Tunjukkan Sisi Kemanusiaan yang Mendalam

0
Ratna Galih
aktris Ratna Galih. Foto : dailysia.com

NARASITODAYY.COM, JAKARTA – Di balik gemerlap layar kaca, aktris Ratna Galih menyimpan sisi kemanusiaan yang mendalam. Tak sekadar menyumbang dari jauh, ibu lima anak ini memilih terjun langsung ke titik-titik bencana di Pulau Sumatera untuk menyalurkan bantuan. Perjalanan yang penuh spontanitas tersebut diakuinya menjadi sebuah tamparan moral sekaligus pengingat untuk menata ulang tujuan hidup.

Kisah ini bermula dari perbincangan santai di sebuah kedai kopi yang berubah menjadi aksi nyata. Ratna menceritakan bahwa perjalanannya ke Aceh Tamiang baru-baru ini merupakan misi kedua setelah sebelumnya ia menyambangi Sumatera Barat (Sumbar).

Keputusan untuk berangkat ke lokasi bencana di Sumatera Barat berawal dari ajakan sahabatnya, Natasha Rizki, serta inisiatif komunitas yang ia dirikan, The Strong Ma’am Project.

“Sebenarnya kemarin itu kalau yang ke Tamiang tuh yang kedua kalinya dalam rangkaian bencana kemarin. Jadi, yang pertama itu aku sebenarnya ke Sumbar,” ujar Ratna Galih saat ditemui di Studio Rumpi No Secret Trans TV, Rabu (17/12/2025).

Baca Juga :  Presiden Mahasiswa ITB Dewantara: Bencana Sumatera Jadi Peringatan Serius bagi Bogor Barat

Ratna menjelaskan, Natasha Rizki yang memiliki darah Minang berhasil mengumpulkan donasi dalam jumlah besar. Alih-alih menitipkan melalui pihak ketiga, Ratna dan komunitasnya merasa perlu mengantarkan langsung bantuan tersebut agar lebih afdal. “Kita lagi ngopi aja, terus tiba-tiba kepikiran, ‘Eh kalau kita salurin langsung donasinya kayaknya lebih ahsan untuk para donatur’,” ungkapnya.

Setibanya di Malolo, Sumatera Barat, hati Ratna seketika luluh melihat beban berat yang dipikul para korban. Pengalaman itu menyisakan kegelisahan yang mendalam. Ia merasa memiliki utang moral yang sangat besar selama amanah dari para donatur belum sampai ke tangan yang tepat.

Baca Juga :  Dokter Richard Lee & Samuel Christ Berbagi Ilmu di Seefluencer Summit 2025

“Aku ngerasa gak bisa tidur nyenyak sebelum semua donasi ini tersalurkan,” aku Ratna. Bahkan, kegelisahan itu terbawa hingga ke jadwal pekerjaannya di luar negeri.

Saat memiliki jeda waktu singkat dalam perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Melbourne, Ratna nekat terbang ke Aceh Tamiang untuk misi serupa. Meskipun harus memangkas waktu istirahat dan berbelanja logistik dengan durasi yang sangat mepet, ia tetap melakoni perjalanan itu dengan penuh syukur.

“Walaupun gak pakai tidur, tapi aku mikir kalau gak datang juga, gue gak bisa tidur mikirin dana orang yang dititipin di aku,” tuturnya.

Baca Juga :  Aden Bajaj Tegaskan Sikap Protektif terhadap Anak-anaknya yang Mulai Beranjak Remaja

Bagi Ratna, perjalanan ke wilayah bencana bukan sekadar aktivitas logistik, melainkan perjalanan spiritual. Bertemu langsung dengan saudara-saudara yang kehilangan tempat tinggal membuatnya merenungi kembali arti rasa syukur.

“Aku dikasih lihat kesempatan melihat langsung penderitaan saudara-saudara kita. Aku diingetin lagi sama Allah untuk bersyukur dan menata ulang tujuan hidup,” kata Ratna dengan mata berkaca-kaca.

Kini, ia berkomitmen untuk lebih bijak menggunakan pengaruhnya sebagai figur publik. Ia ingin media sosial miliknya tidak hanya menjadi etalase gaya hidup, tapi juga jembatan kebaikan. “Aku ngerasa seharusnya kita bisa gunakan sosial media kita untuk menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat,” pungkasnya.***