Investigasi Dimulai Setelah Helikopter Evakuasi Jatuh di Kilimanjaro, 5 Korban Tak Terselamat

0
Helikopter
Helikopter evakuasi medis jatuh di lereng Gunung Kilimanjaro, Tanzania, saat menjalankan misi penyelamatan pendaki pada Hari Natal, menewaskan lima orang termasuk pilot, tim medis, dan pasien, serta memicu penyelidikan otoritas penerbangan setempat.Foto : cnbcindonesia.com

NARASITODAY.COM, KILIMANJARO – Misi kemanusiaan di puncak tertinggi Afrika berubah menjadi tragedi tepat di hari Natal. Sebuah helikopter evakuasi medis milik Kilimanjaro Aviation jatuh di lereng Gunung Kilimanjaro, Tanzania, Kamis (25/12/2025), menewaskan seluruh penumpang di dalamnya.

Helikopter tersebut sedianya sedang berpacu dengan waktu untuk menjemput seorang pendaki yang jatuh sakit di ketinggian ekstrem. Namun, maut justru menjemput tim penyelamat dan pasien mereka di zona tipis oksigen, di antara Barafu Camp dan Puncak Kibo, pada ketinggian lebih dari 4.000 meter (13.100 kaki) di atas permukaan laut.

Baca Juga :  Gak Mau Kelelahan Saat Liburan, Terapkan 5 Cara Ini untuk Tubuh Tetap Sehat Menjelang Natal dan Tahun Baru

Komandan Polisi Regional Kilimanjaro, Simon Maigwa, mengonfirmasi bahwa insiden maut tersebut terjadi di salah satu rute pendakian paling populer bagi wisatawan dunia.

“Tidak ada korban selamat dalam kecelakaan tersebut,” tegas pihak kepolisian dalam pernyataan resminya.

Kecelakaan ini merenggut nyawa individu dari berbagai latar belakang yang dipersatukan oleh misi penyelamatan tersebut. Kelima korban tewas meliputi dua warga negara asing yang merupakan pasien evakuasi, seorang dokter lokal yang menjadi bagian dari tim medis, seorang pemandu wisata, serta sang pilot.

Baca Juga :  Antisipasi Kemacetan Natal, Polisi Bogor Terapkan Sistem Satu Arah di Kawasan Wisata Puncak

Kawasan jatuhnya pesawat merupakan rute krusial bagi para pendaki yang hendak menuju puncak utama Kilimanjaro setinggi 5.895 meter. Di balik keindahannya, wilayah ini dikenal sebagai medan yang khianat bagi penerbangan.

Udara yang tipis dan cuaca yang bisa berubah secara drastis dalam hitungan menit menjadi tantangan maut bagi setiap helikopter yang melintas.

Hingga saat ini, pihak Kilimanjaro Aviation belum memberikan pernyataan resmi terkait hilangnya armada mereka. Sementara itu, Otoritas Penerbangan Sipil Tanzania (TCAA) bergerak cepat untuk mengungkap tabir di balik kecelakaan langka ini.

Baca Juga :  Robohnya Ponpes Al Khoziny Disorot Media Internasional, Evakuasi Korban Masih Berlangsung

“Investigasi telah dimulai sesuai dengan regulasi keselamatan internasional. Tim ahli akan berupaya menentukan keadaan dan penyebab pasti jatuhnya pesawat,” tulis pernyataan resmi TCAA pada Kamis (25/12).

Gunung Kilimanjaro selama ini sangat mengandalkan evakuasi udara untuk menangani pendaki yang terkena altitude sickness (penyakit ketinggian) atau cedera fisik.

Kecelakaan ini menjadi duka mendalam bagi komunitas pendakian dunia, mengingat rekam jejak keselamatan penerbangan di gunung tersebut yang tergolong sangat baik. Insiden besar serupa terakhir kali tercatat terjadi lebih dari satu dekade lalu, tepatnya pada November 2008.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com