Pengakuan Resmi Israel terhadap Somaliland Picu Kekhawatiran Global tentang Gelombang Separatis di Afrika

0
Afrika
Ilustrasi Bendera Somaliland. Foto : Istock

NARASITODAY.COM,MOGADISHU – Ketegangan diplomatik pecah di Tanduk Afrika setelah Israel secara resmi menjadi negara pertama di dunia yang mengakui kemerdekaan Somaliland. Pemerintah Somalia merespons keras langkah tersebut, melabelinya sebagai “agresi negara” yang mengancam integritas teritorial mereka.

Menteri Luar Negeri Somalia, Ali Omar, menegaskan bahwa Mogadishu tidak akan tinggal diam atas keputusan sepihak Tel Aviv tersebut.

“Kami akan menggunakan semua cara diplomatik yang tersedia untuk menentang tindakan agresi negara dan campur tangan Israel dalam urusan internal Somalia,” ujar Omar, sebagaimana dikutip dari Al Jazeera, Sabtu (27/12/2025).

Kontras dengan suasana tegang di ibu kota Somalia, jalanan di Hargeisa ibu kota Somaliland justru dipenuhi sorak-sorai. Ribuan warga turun ke jalan merayakan pengakuan yang telah mereka nantikan sejak memisahkan diri pada 1991. Bendera Israel bahkan terlihat dikibarkan di museum nasional sebagai simbol terima kasih.

Baca Juga :  Belgia Peringati 10 Tahun Tragedi Bom Bunuh Diri di Brussel

Meski Somaliland memiliki mata uang, bendera, dan parlemen sendiri, selama tiga dekade terakhir mereka hidup tanpa pengakuan resmi dari satu pun anggota PBB. Namun bagi Ali Omar, langkah Israel adalah pelanggaran hukum internasional yang tidak bisa dimaafkan.

“Ini tidak akan pernah dapat diterima atau ditoleransi oleh pemerintah dan rakyat kami yang bersatu dalam membela integritas teritorial kami,” tegas Omar seraya mendesak

Baca Juga :  Gerakan Pasar Murah Pemkab Bogor Tuai Apresiasi Pemerintah Pusat dalam Kendalikan Inflasi

Persoalan ini kian pelik dengan munculnya spekulasi mengenai motif di balik keputusan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Omar menuding ada kaitan antara pengakuan Somaliland dengan konflik di Timur Tengah.

“Salah satu faktor pendorongnya adalah penggusuran warga Palestina dari Gaza. Tujuan Israel dalam masalah itu sudah diketahui secara luas,” tuding Omar.

Namun, Presiden Somaliland, Abdirahman Mohamed Abdullahi (Cirro), menepis anggapan bahwa negaranya menjadi alat politik. Ia menegaskan bahwa hubungan dengan Israel “tidak ditujukan terhadap negara manapun dan tidak menimbulkan ancaman terhadap perdamaian regional.”

Di sisi lain, Netanyahu membingkai langkah ini sebagai perluasan semangat Abraham Accords. Ia bahkan berjanji akan membawa isu Somaliland saat bertemu dengan Presiden AS Donald Trump dan telah mengundang Cirro secara resmi ke Israel.

Baca Juga :  Paus Leo XIV Serukan Gencatan Senjata di Iran, Kecam Penggunaan Agama untuk Pembenaran Perang

Dunia internasional merespons langkah ini dengan kekhawatiran besar. Ketua Uni Afrika, Mahamoud Ali Youssouf, memperingatkan bahwa mengakui wilayah separatis dapat membuka “kotak pandora” bagi gerakan-gerakan separatis lain di benua tersebut.

Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal Liga Arab, Ahmed Aboul Gheit, menyebut manuver Israel sebagai “serangan provokatif” yang menabrak prinsip kedaulatan negara anggota Liga Arab.

Kini, Somalia berdiri di persimpangan jalan diplomatik, berusaha mempertahankan kesatuan negaranya di tengah peta geopolitik yang mulai bergeser di bawah pengaruh Israel di Afrika Timur.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com