NARASITODAY.COM, NEW DELHI – Di koridor-koridor kekuasaan New Delhi, sebuah rasa percaya diri baru tengah membumbung tinggi. Pemerintah India resmi menyatakan bahwa ekonomi mereka kini telah melampaui Jepang, menempatkan negara dengan populasi terpadat di dunia ini sebagai kekuatan ekonomi terbesar keempat di jagat raya.
Meski konfirmasi final masih menunggu rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) tahunan pada akhir 2026, perhitungan tinjauan ekonomi akhir tahun pemerintah memberikan gambaran yang jelas mengenai pergeseran kekuatan global ini.
Laporan resmi pemerintah menunjukkan optimisme yang tak terbendung. India tidak hanya puas menggeser Jepang, tetapi sudah membidik posisi Jerman yang kini berada di urutan ketiga.
“India termasuk di antara ekonomi utama yang tumbuh paling cepat di dunia dan berada pada posisi yang baik untuk mempertahankan momentum ini,” demikian bunyi catatan pengarahan ekonomi pemerintah, dikutip dari AFP, Kamis (1/1/2026).
Laporan tersebut merinci bahwa dengan PDB senilai US$4,18 triliun, India telah resmi menyalip Jepang. “India siap untuk menggantikan Jerman dari peringkat ketiga dalam dua setengah hingga tiga tahun ke depan, dengan proyeksi PDB sebesar US$7,3 triliun pada tahun 2030,” tambah laporan tersebut. Proyeksi IMF pun memperkuat klaim ini dengan menempatkan ekonomi India di angka US$4,51 triliun pada 2026, unggul tipis dari Jepang di angka US$4,46 triliun.
Pencapaian ini menjadi catatan manis bagi Perdana Menteri Narendra Modi, terutama setelah Washington sempat menjatuhkan tarif besar pada Agustus lalu menyusul langkah India membeli minyak Rusia. Namun, New Delhi justru melihat hambatan tersebut sebagai pembuktian diri. Pertumbuhan berkelanjutan ini dianggap mencerminkan “ketahanan di tengah ketidakpastian perdagangan global yang terus-menerus”.
Demi menjaga mesin ekonomi tetap panas, PM Modi tahun ini meluncurkan pemotongan pajak konsumsi besar-besaran dan reformasi hukum ketenagakerjaan setelah sempat menyentuh titik terendah pertumbuhan pada Maret lalu.
Namun, di balik angka triliunan dolar yang berkilau, terdapat narasi lain yang lebih membumi. India adalah raksasa dengan kaki yang masih harus diperkuat. Data Bank Dunia tahun 2024 menunjukkan PDB per kapita India hanya US$2.694 sebuah angka yang terasa kerdil jika dibandingkan dengan Jepang (US$32.487) atau Jerman (US$56.103).
Tantangan terbesar India terletak pada “bonus demografi” yang bisa menjadi bom waktu jika tidak dikelola. Dengan lebih dari seperempat dari 1,4 miliar penduduknya berusia 10 hingga 26 tahun, pemerintah memikul beban berat untuk menciptakan lapangan kerja.
“Sebagai salah satu negara termuda di dunia, kisah pertumbuhan India dibentuk oleh kemampuannya untuk menciptakan lapangan kerja berkualitas yang secara produktif menyerap angkatan kerja yang terus berkembang dan memberikan pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan,” lanjut catatan pemerintah tersebut.
Di saat Rupee sempat menyentuh titik terendah terhadap dolar pada Desember lalu akibat kekhawatiran perdagangan dengan AS, India tetap melaju. Setelah mengalahkan mantan penguasa kolonialnya, Inggris, pada tahun 2022, kini India berdiri tegak di posisi keempat, menatap masa depan di mana mereka tidak lagi hanya menjadi pengikut, melainkan pemimpin pasar dunia.
Statistik Perbandingan Ekonomi (Estimasi 2025-2026)
| Negara | PDB (Triliun US$) | PDB Per Kapita (US$) | Status |
| India | 4,18 – 4,51 | 2.694 | Terbesar ke-4 |
| Jepang | 4,46 | 32.487 | Terbesar ke-5 |
| Jerman | ~4,6 – 5,0 | 56.103 | Terbesar ke-3 |
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com














