Dihadang Ancaman Pemakzulan, Trump Minta Partai Republik Fokus pada Isu-isu Krusial

0
pemakzulan
Presiden Donald Trump. Foto : bola.com

NARASITODAY.COM, WASHINGTON – Di bawah kemegahan John F. Kennedy Center for the Performing Arts tempat yang kini menyandang namanya Presiden Donald Trump menyampaikan sebuah peringatan keras yang bergaung hingga ke koridor Capitol Hill. Bagi Trump, Pemilihan Sela (Midterm) 2026 bukan sekadar kontestasi politik biasa, melainkan perisai terakhir untuk menjaga takhtanya dari ancaman pemakzulan.

Dalam pertemuan tertutup dengan para legislator Partai Republik pada Selasa waktu setempat, Trump secara blak-blakan mengungkapkan kecemasannya. Ia memprediksi bahwa kekalahan Partai Republik di Kongres akan menjadi “tiket gratis” bagi Partai Demokrat untuk melengserkannya dari jabatan presiden.

“Anda harus memenangkan pemilihan sela karena, jika kita tidak memenangkannya, mereka akan menemukan alasan untuk memakzulkan saya,” kata Trump, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (7/1/2026). Ia menambahkan dengan nada getir, “Saya akan dimakzulkan.”

Baca Juga :  Mendes Yandri: Geser Air Mata Kemiskinan Jadi Air Mata Kebahagiaan Desa

Trump menyadari bahwa ia sedang melawan kutukan sejarah. Secara tradisional, partai presiden yang sedang menjabat hampir selalu kehilangan kursi di DPR dalam pemilu sela. Namun, di hadapan para pengikutnya, ia menantang logika tersebut dan menuntut kesetiaan mutlak.

“Mereka selalu mengatakan ketika Anda menang pemilihan presiden, Anda akan kalah di pemilu sela,” ujar Trump. “Saya ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan pikiran publik.”

Sepanjang pidato yang berlangsung selama 84 menit, Trump mendesak anggota partai untuk menanggalkan perbedaan internal. Ia meminta mereka bersikap lebih agresif dalam “menjual” kebijakan, mulai dari isu gender hingga integritas pemilu, guna meredam frustrasi pemilih atas tingginya biaya hidup.

Baca Juga :  Tertangkap di Jalur Rel, Pelaku Pelecehan di Stasiun Tanah Abang Diserahkan ke Polisi

Di tengah tekanan publik yang menuntut fokus pada inflasi, Trump justru mengarahkan bidikan ke isu-isu sensitif lainnya:

  • Kesehatan: Ia mendesak Republikan melawan narasi subsidi Obamacare milik Demokrat.
  • Aborsi: Ia meminta kelompok konservatif lebih “fleksibel” terkait Amandemen Hyde agar tetap kompetitif di mata pemilih moderat.
  • Pasar Saham: Trump meminta partainya memanfaatkan sentimen positif dari penguatan bursa saham AS sebagai senjata politik.
Baca Juga :  GP Ansor Kabupaten Bogor Gelar PKD ke-24, Cetak Kader Pemimpin di Harlah NU ke-102

Pernyataan Trump ini bukan tanpa alasan. Ia adalah satu-satunya presiden dalam sejarah AS yang pernah dimakzulkan dua kali oleh DPR terkait skandal Ukraina dan kerusuhan 6 Januari 2021 meskipun keduanya berakhir dengan pembebasan oleh Senat.

Kini, awan mendung kembali menggelayut. Sejumlah anggota DPR dari Partai Demokrat dikabarkan telah menyiapkan draf pasal pemakzulan baru dengan tuduhan penyalahgunaan kekuasaan pada masa jabatan keduanya.

Meski mengeluhkan adanya sejumlah anggota yang “kurang patuh,” Trump menutup pertemuan dengan optimisme khasnya, memprediksi sebuah “kemenangan epik” pada November mendatang. Bagi Trump, pilihannya hanya dua: memenangkan Kongres atau menghadapi pengadilan politik untuk ketiga kalinya.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com