Saat peristiwa itu terjadi, Venna sedang berada di Bali untuk berlibur dan tengah menikmati waktu di pantai. Kondisi tersebut membuatnya tidak langsung menyadari adanya panggilan masuk dari petugas tempat pijat kesehatan tersebut.
“Ada yang menelepon, tapi karena aku lagi di pantai, handphone enggak terlalu kedengaran. Ada sekitar lima kali panggilan tak terjawab, lalu masuk pesan WhatsApp,” ujar Venna, dikutip dari kanal YouTube Intens Investigasi, Rabu (7/1/2026).
Ibunda Verrell Bramasta itu mengaku sempat terkejut dan tidak langsung percaya saat diberi tahu bahwa ayahnya pingsan dan tubuhnya sudah dalam kondisi kaku. Ia merasa bingung karena sebelumnya sang ayah tidak menunjukkan tanda-tanda sakit.
“Aku sampai bilang, ‘Ini siapa?’ karena benar-benar enggak percaya. Papa terakhir kali aku temui saat ulang tahun Mama, kondisinya sehat, bahkan masih bernyanyi,” kenangnya.
Meski dua unit ambulans sempat dikerahkan ke lokasi, nyawa Jimmy Rekartono tidak berhasil diselamatkan.
“Denyut nadinya sudah tidak ada,” kata Venna lirih.
Venna juga sempat mengalami kesulitan mendapatkan tiket penerbangan dari Bali ke Jakarta. Namun, berkat bantuan sejumlah pihak, ia akhirnya bisa berangkat lebih cepat dan tiba di Jakarta tepat waktu untuk melihat ayahnya untuk terakhir kali.
“Alhamdulillah, malamnya ada yang membantu, jadi aku bisa berangkat pagi dan masih sempat bertemu Bapakku,” tuturnya.
Jimmy Rekartono menghembuskan napas terakhir pada Selasa (6/1/2026) pukul 15.30 WIB dan dimakamkan di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, pada Rabu (7/1/2026). (MG5)