Materi Stand Up Mens Rea Bikin Pandji Pragiwaksono Dilaporkan ke Polisi

0
Pandji Pragiwaksono. Foto: dok Pinterest

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Nama komika Pandji Pragiwaksono kembali menjadi sorotan publik. Materi dalam pertunjukan stand up comedy bertajuk Mens Rea dilaporkan ke pihak kepolisian.

Polda Metro Jaya membenarkan adanya laporan masyarakat terkait konten lawakan tersebut. Laporan diterima pada Kamis, 8 Januari 2026, dan saat ini masih dalam tahap awal penanganan.

“Benar, pada 8 Januari kami menerima laporan dari masyarakat atas nama inisial RARW,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, dikutip dari CNN Indonesia, Jumat (9/1/2026).

Pihak kepolisian menjelaskan, laporan itu berkaitan dengan dugaan penghasutan di muka umum serta dugaan penistaan agama yang diduga termuat dalam materi stand up special Pandji berjudul Mens Rea.

“Laporan tersebut mengenai dugaan penghasutan di muka umum dan dugaan penistaan agama terkait pernyataan Pandji dalam Mens Rea,” jelasnya.

Budi menambahkan, penyidik akan melakukan klarifikasi serta menganalisis barang bukti yang ada. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam menyampaikan informasi dan memberi ruang bagi aparat penegak hukum untuk menjalankan proses sesuai ketentuan.

Baca Juga :  Meiska Adinda Ajak Fans Berpartisipasi dalam Dokumentasi di Depan Billboard Keras Kepala!

Laporan tersebut diajukan oleh pihak yang mengatasnamakan Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) bersama Aliansi Muda Muhammadiyah, dan tercatat dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 8 Januari 2026.

Pelapor yang mengaku sebagai Presidium Angkatan Muda NU, Rizki Abdul Rahman Wahid, menilai materi lawakan Pandji mengandung unsur yang dianggap merendahkan serta berpotensi menimbulkan kegaduhan di ruang publik.

“Kami menilai ada pernyataan yang merendahkan, memfitnah, dan berpotensi memicu kegaduhan di ruang media,” kata Rizki, Kamis (8/1).

Ia juga menyebut laporan tersebut ditujukan kepada satu orang seniman stand up comedy berinisial P yang belakangan ramai diperbincangkan.

Menurut Rizki, materi Mens Rea berpotensi memecah belah, khususnya di kalangan anak muda NU dan Muhammadiyah. Ia menyoroti narasi yang menyinggung dugaan keterlibatan organisasi keagamaan dalam politik praktis, termasuk isu tambang yang dikaitkan dengan kontestasi pemilu.

Baca Juga :  Britney Spears Akui Bersalah dalam Kasus DUI di Ventura County

Menanggapi hal ini, Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla atau Gus Ulil menegaskan bahwa kelompok yang mengatasnamakan Angkatan Muda NU tersebut bukan bagian dari struktur resmi NU.

“Kalau mewakili PBNU, jelas tidak,” tegas Gus Ulil.

Ia menjelaskan bahwa NU sebagai organisasi besar dan terbuka kerap digunakan namanya oleh berbagai kelompok atau gerakan spontan yang tidak memiliki struktur resmi.

“Sejak dulu memang banyak gerakan yang mengatasnamakan NU. Sifatnya terbuka, sehingga siapa pun bisa saja membuat kelompok dengan membawa nama NU,” ujarnya.

Gus Ulil menilai banyak gerakan semacam itu bersifat sementara dan tidak berumur panjang.

“Ada yang muncul hanya untuk isu tertentu, lalu hilang setelah beberapa jam. Itu hal yang biasa di NU,” tambahnya.

Baca Juga :  Kuasa Hukum: Denada Tak Pernah Menyangkal Ressa sebagai Anak

Ia juga menekankan pentingnya humor dalam kehidupan sosial dan demokrasi, serta menyayangkan jika komedian harus berhadapan dengan proses hukum akibat materi lawakan.

“Kita butuh banyak tawa di negeri ini. Kasihan kalau komedian yang menghibur banyak orang justru harus dilaporkan ke aparat. Humor itu kunci,” ucapnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari PP Muhammadiyah terkait pihak yang mengatasnamakan Aliansi Muda Muhammadiyah. Pandji Pragiwaksono juga belum memberikan tanggapan langsung atas laporan tersebut.

Sebagai informasi, Mens Rea merupakan tur stand up comedy Pandji yang digelar sepanjang 2025, dengan puncak pertunjukan di Indonesia Arena, Jakarta, pada Sabtu (30/12/2025), dan disaksikan sekitar 10 ribu penonton. Pertunjukan ini kemudian dirilis tanpa sensor melalui platform Netflix, dengan materi yang mengangkat isu sosial dan politik secara kritis, satir, dan jenaka—gaya khas yang selama ini melekat pada komedi Pandji. (MG5)

Editor : Nathania

Sumber : detikpop