Tebing 100 Meter Gunung Papandayan Longsor, Jalur Pondok Saladah Tertutup Material

0
Gunung Papandayan
Meski tak menimbulkan korban jiwa, material tanah dan batu seluas sekitar 100 meter persegi memaksa petugas dan warga bergotong royong membuka akses, sementara pendaki diimbau waspada karena kondisi tanah masih labil.Foto : metapos.id

NARASITODAY.COM, GARUT – Suasana tenang di ketinggian Gunung Papandayan berubah menjadi kepanikan sesaat ketika tebing setinggi 100 meter runtuh dan menutupi jalur pendakian utama. Material berupa tanah dan bongkahan batu besar kini menyumbat akses menuju kawasan favorit para pendaki, Pondok Saladah dan Gober Hut.

Insiden tersebut terjadi pada Kamis (8/1/2026) sekitar pukul 15.30 WIB, di tengah kondisi cuaca yang membuat tanah di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) itu menjadi rawan.

Sesaat setelah kejadian, personel gabungan dari kepolisian, TNI, bersama pengelola dan masyarakat langsung bergerak menembus dinginnya gunung untuk memastikan keselamatan para pendaki. Beruntung, sejauh ini dilaporkan tidak ada korban jiwa maupun pendaki yang terjebak dalam peristiwa tersebut.

Baca Juga :  Erupsi Gunung Semeru Jadi Pengingat Kewaspadaan Masyarakat di Sekitar Kawah

Kapolsek Cisurupan, AKP Masrokan, menjelaskan bahwa longsoran material memiliki cakupan yang cukup luas hingga menutupi jalur pendakian.

“Kita sudah melakukan pengecekan lokasi longsor, dan dipastikan aman, kami juga gotong royong melakukan evakuasi material longsoran,” ungkap Masrokan usai meninjau daerah terdampak, sebagaimana dikutip dari Antara, Jumat (9/1/2026).

Menurut Masrokan, material longsoran yang berupa tanah serta batu menutup jalur pendakian dengan lebar mencapai sekitar 100 meter persegi. Kondisi ini memaksa petugas untuk bekerja ekstra dalam memulihkan akses agar tidak menghambat aktivitas wisata di gunung api strato tersebut.

Baca Juga :  Realisasi Anggaran Sekolah Rakyat Capai Rp788,7 Miliar Dukung 100 Sekolah dan 9.780 Siswa

Hingga saat ini, para pendaki yang hendak menuju kawasan perkemahan Pondok Saladah dan Gober Hut sangat disarankan untuk mengambil langkah waspada. Polisi memberikan peringatan keras agar siapapun tidak mendekati titik lokasi longsor karena ancaman bahaya yang masih mengintai.

“Disarankan jangan lewat di area longsor karena tanah masih labil,” tegas Masrokan mengingatkan.

Proses evakuasi pun dilakukan secara kolektif. Sekitar 100 orang yang terdiri dari masyarakat setempat, personel Polsek Cisurupan, Koramil 1115 Cisurupan, petugas KSDA Wilayah V, serta pihak pengelola bahu-membahu menyingkirkan puing-puing tanah dan batu.

Baca Juga :  Hidangan Manis dari Thailand: Resep Bubur Sagu yang Kenyal dan Harum

Selain pembersihan material, kehadiran aparat di lapangan juga bertujuan untuk memberikan ketenangan bagi para pengunjung yang masih berada di kawasan Papandayan. Patroli rutin terus dilakukan untuk memastikan setiap wisatawan mematuhi arahan keselamatan.

“Kehadiran aparat di lokasi diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat dan wisatawan serta mempercepat pemulihan akses jalur pendakian,” tutup Masrokan.

Meski jalur kini tengah dibersihkan, para pecinta alam diharapkan tetap memantau informasi terkini dan cuaca sebelum memutuskan untuk melakukan pendakian, mengingat kondisi alam di musim penghujan yang sulit diprediksi.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber