NARASITODAY.COM, SLEMAN – Kekhawatiran masyarakat terhadap kemunculan “superflu”, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin memberikan pernyataan menenangkan. Saat meninjau RSUP Dr. Sardjito, Sleman, Menkes menegaskan bahwa Influenza A (H3N2) subclade K ini bukanlah “monster baru” yang harus ditakuti layaknya awal pandemi Covid-19.
Hingga saat ini, data kementerian menunjukkan tingkat fatalitas yang sangat rendah. “Belum ada yang dilaporkan meninggal karena, ini memang flu seperti yang biasa kita rasakan,” kata Budi di RSUP Dr. Sardjito, Sleman, DIY, Kamis (8/1/2026).
Budi menjelaskan perbedaan mendasar antara superflu dan Covid-19 terletak pada kesiapan antibodi manusia. Jika Covid-19 adalah pendatang asing yang tak dikenal tubuh pada 2020, virus penyebab superflu sebenarnya adalah kawan lama yang hanya berganti “pakaian” atau varian.
“Superflu ini sebenarnya influenza yang sudah lama ada virusnya, beda dengan Covid. Covid itu virus baru, jadi daya tahan tubuh kita belum ada karena enggak kenal,” ungkap Budi.
Ia menganalogikan mutasi ini seperti perjalanan varian Covid-19 yang sudah akrab di telinga masyarakat. “Cuma ini varian baru (dari Influenza A), kan teman-teman ingat kan Covid mulanya Alfa, terus ke Beta, ada Delta yang mematikan, terus ke Omicron. Nah, ini adalah varian K kalau nggak salah, clade K atau varian K dari H3N2,” sambungnya.
Menkes menekankan bahwa kunci menghadapi superflu bukan dengan kepanikan, melainkan kembali ke dasar: pola hidup sehat, olahraga, serta protokol kesehatan seperti masker dan cuci tangan.
Sementara Menkes berbicara di tingkat nasional, daerah penyangga ibu kota mulai memasang kuda-kuda. Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melaporkan bahwa hingga Jumat (9/1/2026), kota tersebut masih mencatatkan angka nol untuk kasus superflu.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, dr. Allin Hendalin Mahdaniar, mengungkapkan bahwa meski belum ada laporan, sistem skrining di lapangan sudah berjalan panas sejak awal tahun di Puskesmas Serpong 1.
“Saat ini di Kota Tangsel kami belum menerima laporan terkait kasus tersebut,” kata Allin. “Selalu dilakukan pemeriksaan terhadap kasus-kasus yang terduga dan mengirimkannya ke Lab Kemenkes, dan hasil itu kami terima dari Kemenkes,” terangnya.
Gejala superflu yang identik dengan demam dan sakit tenggorokan memang membuat masyarakat waspada. Namun, Allin kembali memperkuat pesan Menkes bahwa risiko kematian sangatlah kecil.
“Kalau menurut WHO dan Kemenkes, bahwa gejalanya tak separah covid, terutama tidak menyebabkan kematian,” papar Allin.
Meski masih aman, Pemerintah Kota Tangsel tidak mau kecolongan. Fasilitas kesehatan mulai disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan kasus secara tiba-tiba. “Selain pencegahan edukasi dan sosialisasi, fasilitas kesehatan juga dipersiapkan untuk mengantisipasi adanya ledakan kasus,” tutup Allin.
Pesan dari pusat hingga daerah selaras: tetap waspada, namun jangan biarkan ketakutan melumpuhkan aktivitas, karena imunitas tubuh adalah senjata utama melawan influenza tipe A ini.***
Editor : Alysa
Sumber : Berbagai Sumber














