NARASITODAY.COM, LONDON – Pangeran Harry dijadwalkan kembali menapakkan kaki di ruang sidang Pengadilan Tinggi London Kamis depan. Kepulangan putra bungsu Raja Charles III ke tanah airnya kali ini bukan untuk urusan seremonial kerajaan, melainkan untuk memberikan kesaksian dalam gugatan privasi besar-besaran terhadap Associated Newspapers, penerbit Daily Mail.
Persidangan maraton selama sembilan minggu ini akan dimulai pada Senin (19/1/2026). Harry tidak sendirian, ia berdiri di barisan penggugat bersama tokoh-tokoh ikonik seperti musisi Elton John, aktor Liz Hurley, hingga aktivis Doreen Lawrence. Mereka menuduh raksasa media tersebut melakukan pengumpulan informasi secara ilegal yang merentang hingga tiga dekade silam.
Bagi Harry, yang kini menetap di California, pertempuran hukum ini lebih dari sekadar urusan privasi. Ini adalah bagian dari misi pribadinya untuk mereformasi industri media Inggris yang ia anggap telah melampaui batas. Sejak 2019, ia dan istrinya, Meghan Markle, telah meluncurkan serangkaian gugatan hukum.
Harry menyebut tindakannya ini sebagai upaya untuk “membersihkan pers Inggris dari para eksekutif dan editor yang menyalahgunakan kekuasaan mereka.”
Sentimen Harry terhadap media berakar dalam pada tragedi masa lalu. Ia telah lama menyalahkan pers atas kematian ibunya, Putri Diana, dalam kecelakaan mobil di Paris tahun 1997 saat kendaraannya melaju kencang menghindari kejaran paparazzi.
Berdasarkan draf jadwal yang dipublikasikan Kamis (15/1/2026), Harry akan berada di kursi saksi pada Kamis (22/1/2026). Penampilan ini menandai kali kedua sang Pangeran memberikan kesaksian dalam tiga tahun terakhir, setelah sebelumnya mencatat sejarah sebagai anggota kerajaan pertama dalam 130 tahun yang bersaksi di pengadilan pada 2023.
Di sisi lain, Associated Newspapers berdiri kokoh pada pembelaannya. Perusahaan media tersebut menolak segala tuduhan dan bersiap melakukan serangan balik di persidangan.
“Tidak ada dasar untuk apa yang disebut penggugat sebagai fitnah yang tidak masuk akal terhadap jurnalis kami,” tegas pihak Associated Newspapers.
Mereka bahkan berencana berargumen bahwa tim hukum penggugat terlibat dalam “konspirasi” untuk menyembunyikan pengetahuan tentang dugaan pelanggaran tersebut dari klien mereka sendiri.
Sementara Harry akan hadir secara fisik, Elton John dan suaminya, David Furnish, dijadwalkan memberikan kesaksian pada Februari secara jarak jauh. Di balik hiruk-pikuk hukum ini, dimensi personal tetap menjadi sorotan; Harry diperkirakan tidak akan bertemu dengan ayahnya, Raja Charles, selama kunjungannya di London.
Keberhasilan Harry sebelumnya dalam menggugat Mirror Group Newspapers pada 2023 dan penyelesaian kasus dengan News Group Newspapers milik Rupert Murdoch tahun lalu menjadi modal kepercayaan diri bagi sang Pangeran. Namun, dengan Daily Mail yang bersumpah akan melawan, ruang sidang London dipastikan akan menjadi medan laga yang sengit bagi sejarah privasi di Inggris.***
Editor : Alysa
Sumber : Berbagai Sumber














