NARASITODAY.COM, MELBOURNE – Sinar matahari di Melbourne Park menjadi saksi perjuangan habis-habisan srikandi tenis Indonesia, Aldila Sutjiadi. Langkah Aldila bersama pasangannya, Giuliana Olmos (Meksiko), terpaksa terhenti di babak kedua Australian Open 2026 setelah menyerah dari duet Nicole Melichar-Martinez/Cristina Busca, Jumat (23/1/2026).
Meski kalah dalam straight set 1-6, 6-7 (6-8), kekalahan ini tidak memudarkan torehan sejarah yang dibawa Aldila. Ia resmi mengukuhkan diri sebagai petenis Indonesia keempat yang berhasil merasakan atmosfer babak kedua turnamen Grand Slam tersebut.
Berlaga selama 1 jam 26 menit, duet Aldila/Olmos sempat kesulitan keluar dari tekanan pada set pertama. Pasangan Melichar-Martinez/Busca tampil agresif dan mendominasi jalannya laga. Service tajam yang biasanya menjadi senjata andalan Aldila/Olmos belum mampu membendung serangan lawan, hingga set pertama ditutup dengan skor telak 1-6.
Memasuki set kedua, “duet gado-gado” Indonesia/Meksiko ini mengubah pola permainan. Atmosfer lapangan mulai memanas saat Aldila/Olmos menunjukkan perlawanan sengit. Skema permainan yang lebih cepat dan servis yang mulai menemui sasaran membuat skor berjalan ketat. Namun, ketenangan Melichar-Martinez/Busca di poin-poin krusial menjadi pembeda. Dalam drama tie-break, Aldila harus mengakui keunggulan lawan dengan skor tipis 6-7 (6-8).
Walau terhenti di “Grand Slam of Asia-Pacific” tahun ini, anak asuh Christopher Rungkat tersebut tetap memberikan catatan manis bagi dunia tenis Tanah Air. Aldila kini sejajar dengan deretan legenda tenis Indonesia.
“Aldila menjadi petenis keempat setelah Yayuk Basuki, Wyne Prakusya, dan Angelique Widjaja yang melaju hingga babak tersebut,” tulis catatan statistik turnamen.
Sebagai informasi, jejak emas ini sebelumnya diukir oleh:
- Yayuk Basuki: Menembus perempat final ganda putri edisi 1996 dan 1999.
- Wyne Prakusya: Melaju ke babak kedua pada edisi 2001, 2002, dan 2003.
- Angelique Widjaja: Mencapai perempat final pada edisi 2004.
Kekalahan di Melbourne kali ini bukanlah akhir, melainkan pembuktian bahwa petenis bertinggi 169 cm ini masih menjadi tumpuan harapan Indonesia di panggung dunia.***
Editor : Alysa
Sumber : Bolasport.com














