Aksi Bom Bunuh Diri Gegerkan Pernikahan di Pakistan, Tujuh Orang Tewas

0
Pakistan
Ilustrasi Bom. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, DERA ISMAIL KHAN – Aroma masakan pesta dan tawa para tamu seketika berganti dengan bau mesiu dan teriakan histeris. Sebuah prosesi pernikahan di Distrik Dera Ismail Khan, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan, berubah menjadi ladang pembantaian setelah seorang pengebom bunuh diri meledakkan diri di tengah kerumunan pada Jumat (23/1/2026).

Insiden berdarah ini menewaskan sedikitnya tujuh orang. Ledakan terjadi tepat di sebuah bangunan yang menjadi lokasi berkumpulnya anggota komite perdamaian setempat yang tengah menghadiri upacara tersebut.

Mengutip Al Jazeera, pejabat kepolisian Muhammad Adnan mengonfirmasi bahwa serangan itu menghancurkan struktur bangunan dan memicu kekacauan luar biasa.

Baca Juga :  Ledakan Dekat Stasiun Kereta Moskow Tewaskan Satu Polisi, Pelaku Juga Tewas

Bom meledak di sebuah bangunan yang menampung anggota komite perdamaian saat upacara pernikahan berlangsung,” ujar Adnan.

Tiga orang tewas seketika di lokasi kejadian yang berserakan puing, sementara empat korban lainnya mengembuskan napas terakhir di rumah sakit setelah sempat berjuang melewati masa kritis.

Target serangan diduga kuat adalah anggota komite perdamaian kelompok warga dan tetua adat bentukan pemerintah Islamabad untuk membendung pengaruh kelompok bersenjata di wilayah perbatasan Afghanistan. Kehadiran mereka di acara sosial seperti pernikahan rupanya telah dipantau oleh pelaku teror.

Baca Juga :  Truk Mogok di Gurun Sahara, 49 Warga Niger Tewas Kelaparan dan Kehausan

Kekerasan ini terjadi di saat ribuan warga sipil di wilayah tersebut sedang berjuang bertahan hidup. Di bawah ancaman konflik senjata dan cengkeraman musim dingin yang ekstrem, puluhan ribu orang dilaporkan telah mengungsi dari rumah-rumah mereka.

Meski belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab, telunjuk otoritas keamanan mengarah pada Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP). Kelompok ini dikenal vokal melabeli komite perdamaian sebagai “pengkhianat” karena mendukung pemerintah. TTP memiliki ambisi lama untuk meruntuhkan sistem pemerintahan Pakistan dan menggantinya dengan interpretasi hukum Islam versi mereka.

Baca Juga :  Korsleting Listrik Bikin Rumah dan Dua Motor Ludes di Jasinga, Warga Panik Saat Api Membesar

Tragedi ini juga memperkeruh hubungan antara Islamabad dan Kabul. Pemerintah Pakistan menuduh Taliban Afghanistan sengaja memberikan ruang bagi TTP untuk merancang serangan dari balik perbatasan.

Namun, pihak Kabul dengan cepat menepis tudingan tersebut. Mereka menegaskan bahwa aktivitas TTP adalah masalah internal yang harus diselesaikan sendiri oleh Pakistan tanpa menyeret negara tetangga.

Kini, di balik sisa-sisa dekorasi pesta yang hancur, warga Dera Ismail Khan harus kembali menguburkan kerabat mereka, sembari dihantui ketakutan akan serangan susulan yang bisa datang kapan saja.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com