Taiwan Pantau Perubahan Signifikan di Militer China Setelah Penyelidikan Jenderal Senior

0
Taiwan
Ilustrasi Bahu seorang tentara Tiongkok.. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, TAIPEI – Di balik rutinitas patroli jet tempur yang membelah langit Selat Taiwan, sebuah guncangan besar tengah terjadi di dalam tembok kekuasaan Beijing. Taiwan kini dalam posisi siaga penuh, memantau apa yang mereka sebut sebagai perubahan “abnormal” setelah salah satu jenderal paling berpengaruh di China, Zhang Youxia, resmi jatuh ke dalam pusaran penyelidikan.

Zhang Youxia bukan sekadar jenderal biasa. Sebagai Wakil Ketua Komisi Militer Pusat, ia adalah sekutu terdekat Presiden Xi Jinping dan satu dari sedikit perwira senior yang kenyang pengalaman tempur sejak konflik perbatasan Vietnam tahun 1979. Namun, pada Sabtu lalu, Beijing mengumumkan Zhang dan pejabat tinggi Liu Zhenli sedang diselidiki atas dugaan “pelanggaran serius terhadap disiplin dan hukum” sebuah istilah yang sering kali menjadi sinyal pembersihan di tingkat elit.

Baca Juga :  ANTAM Selidiki Dugaan Tambang Ilegal di Pongkor, Tegaskan Zero Tolerance

Menteri Pertahanan Taiwan, Wellington Koo, menegaskan bahwa jatuhnya orang-orang kepercayaan Xi Jinping ini menjadi fokus utama pemantauan pihaknya. Di hadapan awak media di parlemen pada Senin (26/1/2026), Koo menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap setiap pergeseran di internal Partai Komunis China.

“Kami akan terus memantau secara dekat perubahan abnormal di tingkat atas partai, pemerintahan, dan militer China,” ujar Wellington Koo.

Meski guncangan kepemimpinan ini signifikan, Koo menyatakan bahwa Taiwan tidak akan terburu-buru menarik kesimpulan hanya dari satu variabel. Taipei memilih untuk melihat gambaran besar melalui pengumpulan intelijen dan pengintaian yang komprehensif.

Baca Juga :  IOC Hentikan Semua Negosiasi Olimpiade dengan Indonesia Sampai Jaminan Atlet Diberi Visa

“Yang kami inginkan adalah pemahaman komprehensif terhadap seluruh indikator baik militer maupun non-militer yang mencerminkan niat dan tindakan China, lalu membuat penilaian menyeluruh,” tambahnya.

Ketidakpastian di jajaran elit militer China tidak lantas membuat tekanan terhadap Taiwan mereda. Hingga saat ini, Beijing tetap rutin mengirimkan armada kapal perang dan pesawat tempur sebagai bentuk intimidasi kedaulatan. Bagi Taipei, gejolak internal di Beijing justru bisa menjadi pedang bermata dua yang perlu diantisipasi secara matang.

Baca Juga :  5 Tempat Eksotis di Zimbabwe yang Menawarkan Petualangan Seru

Koo menegaskan bahwa kesiapan militer Taiwan tetap teguh pada satu fakta keras: China tidak pernah secara resmi menanggalkan opsi penggunaan kekuatan fisik untuk menguasai pulau tersebut. Latihan perang besar-besaran yang digelar Beijing akhir bulan lalu menjadi pengingat nyata akan ancaman tersebut.

Di tengah teka-teki politik Negeri Tirai Bambu, posisi Taiwan tetap konsisten. Pemerintah menegaskan bahwa nasib dan masa depan pulau tersebut berada sepenuhnya di tangan rakyat Taiwan, bukan di bawah kendali ambisi politik pihak mana pun di luar perbatasan mereka.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber