Tiang Kabel Internet di Bantarkaret Miring, Membahayakan Pengguna Jalan

0
Tiang Kabel Internet
Dua tiang besi yang berdiri tepatnya di Kampung Jatake Nutug, Desa Bantarkaret, Nanggung, Kabupaten Bogor itu miring mengkhawatirkan pengguna jalan raya. Foto (Andres/Narasitoday.com)

NARASITODAY.COM, BOGOR- Dua tiang besi yang diduga milik Telkom di akses Jalan Raya Antam Pongkor, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, terlihat dalam kondisi nyaris roboh dan dikhawatirkan membahayakan pengguna jalan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, kedua tiang yang dipenuhi kabel jaringan internet tersebut tampak berdiri miring.

Kabel-kabel terlihat semrawut dan sebagian bersinggungan dengan jaringan listrik milik PLN, sehingga menimbulkan potensi gangguan kelistrikan ke rumah warga.

Baca Juga :  KNPI Bogor Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Jasinga, Pemuda Turun Langsung ke Lapangan

Pengguna jalan dan warga sekitar mengaku khawatir tiang tersebut dapat roboh sewaktu-waktu dan menimpa pengendara yang melintas.

Apalagi, akses jalan tersebut merupakan jalan kabupaten dengan lalu lintas cukup ramai.

Salah satu tiang bahkan terlihat diikat menggunakan tali sebagai upaya pengamanan sementara. Kondisi tersebut dinilai tidak memadai untuk menjamin keselamatan pengguna jalan.

Baca Juga :  Bupati Bogor Lepas Rombongan School Trip ke Enam Desa Wisata, Dorong Wisata Edukatif dan Pelestarian Budaya Sejak Dini

“Kalau lewat sini kami waswas. Takut tiba-tiba roboh,” ujar warga sekitar Adit, kepada wartawan Selasa, (27/01/2026).

Warga juga mempertanyakan legalitas pemasangan tiang tersebut serta pihak yang bertanggung jawab terhadap perawatan dan pengamanannya. Hingga kini, warga mengaku belum mengetahui ke mana harus melaporkan kondisi tersebut.

Baca Juga :  Jembatan Pasir Ipis Cisarua Putus Diterjang Banjir, Jembatan Bailey Bakal Dibangun Pekan ini

“Ini jalan kabupaten, tapi sampai sekarang belum ada penanganan. Kami bingung harus mengadu ke siapa,” katanya.

Warga juga mempertanyakan terkait status kepemilikan tiang, perizinan pemasangan, serta rencana penanganan di lokasi tersebut.

“Saya berharap instansi terkait segera melakukan pengecekan dan penanganan agar tidak membahayakan keselamatan pengguna jalan,” pungkasnya.***

Wartawan : Andreas