Kamboja Gelar Operasi Besar Melawan Sindikat Penipuan Daring, Amankan Lebih dari 2.000 Orang

0
Kamboja
Ilustrasi vektor sekelompok orang.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, PHNOM PENH – Gedung-gedung tinggi yang berkedok kasino di perbatasan Kamboja-Vietnam ternyata menyimpan sisi gelap yang mengerikan. Dalam sebuah operasi kilat nan masif pada Sabtu (31/1/2026), Kepolisian Kamboja berhasil membongkar sindikat penipuan daring (online scam) lintas negara dan mengamankan lebih dari 2.000 orang dalam satu hari.

Operasi ini bukan sekadar penggerebekan biasa, melainkan respons keras Kamboja atas tekanan diplomatik dari Beijing yang mulai gerah dengan maraknya industri kriminal yang memangsa warga mereka.

“Neraka bagi Para Penjahat”

Penggerebekan utama difokuskan pada sebuah kompleks raksasa di Bavet, Provinsi Svay Rieng. Di balik 22 gedung yang tampak seperti pusat hiburan dan kasino, ribuan orang diduga dipaksa atau terlibat dalam aktivitas ilegal, mulai dari penipuan telekomunikasi hingga judi daring.

Baca Juga :  Konsumen Tokopedia Alami Penipuan, Barang Blender Dikirim Casing HP

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Kamboja, Touch Sokhak, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi organisasi kriminal internasional untuk bersembunyi.

Kamboja bukanlah tempat yang aman, melainkan neraka bagi para penjahat,” tegas Touch Sokhak, Minggu (1/2/2026), sebagaimana dilansir South China Morning Post.

Ribuan Warga China Terjaring

Berdasarkan data kementerian, dari total 2.000 orang yang diamankan, mayoritas merupakan warga negara asing. Tercatat ada 1.792 warga China Daratan yang ditahan, disusul oleh 177 warga Vietnam, 179 warga Myanmar, serta sejumlah kecil warga dari Taiwan, Asia Tenggara, dan Asia Selatan.

Baca Juga :  Modus Baru Penipuan Berlabel Tokoh Agama Terungkap di Bogor, Pelaku Diamankan

Langkah ini dipicu oleh desakan kuat dari Duta Besar China untuk Kamboja, Wang Wenbin. Ia menyebut hilangnya banyak warga China di Kamboja telah menjadi duri dalam hubungan diplomatik kedua negara. Sebelum penggerebekan dilakukan, ketegasan aparat bahkan sempat membuat beberapa situs penipuan ditutup secara sukarela oleh pengelolanya karena ketakutan.

Komitmen Deportasi Massal

Kamboja kini tidak lagi sekadar memberi peringatan. Para tersangka, terutama warga negara China, diperkirakan akan segera dideportasi ke Beijing mengikuti jejak bos kejahatan siber Chen Zhi yang dipulangkan awal Januari lalu.

Baca Juga :  Resep Sourdough Cookie, Kombinasi Rasa Asam Manis dan Gurih yang Menggoda Selera

Data dari Komite Ad-Hoc Penanggulangan Scam Daring menunjukkan betapa agresifnya pembersihan ini dilakukan. Dalam tujuh bulan terakhir, sebanyak 5.106 tersangka dari 23 negara telah ditangkap, dengan 4.534 di antaranya sudah dipulangkan ke negara asal mereka.

Operasi di Bavet dan Sihanoukville ini mengirimkan pesan jelas: Kamboja sedang berupaya keras menghapus citranya sebagai pusat kejahatan siber di Asia Tenggara, demi menjaga martabat nasional dan stabilitas kawasan.***

Editor : Alysa

Sumber : cnnindonesia.com