Pemimpin UE Rapat Darurat di Kastel Belgia Hadapi Krisis Ekonomi

0
Eropa
Ilustrasi bendera Uni Eropa. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, BRUSSEL – Para pemimpin Uni Eropa dijadwalkan mengadakan diskusi terbuka di kastel Alden Biesen, Belgia, Kamis (12/2/2026), untuk membahas strategi agar blok tersebut tidak tertinggal secara ekonomi dari Amerika Serikat (AS) dan China, serta menghadapi tekanan tarif dan pembatasan ekspor dari para pesaing global.

Uni Eropa saat ini menghadapi tantangan besar, mulai dari perang dagang yang dipicu Presiden AS Donald Trump hingga pembatasan ekspor mineral kritis oleh China. Kondisi ini terjadi di saat blok membutuhkan sumber daya lebih besar untuk mendukung dekarbonisasi, digitalisasi ekonomi, dan memperkuat pertahanan terhadap Rusia.

Pertumbuhan ekonomi Uni Eropa tercatat tertinggal dibandingkan AS dan China. Produktivitas serta inovasi di bidang teknologi masa depan, termasuk kecerdasan buatan (AI), dinilai masih jauh dari harapan.

Baca Juga :  Gelombang PHK Meningkat, Indonesia Catat 79.302 Pengangguran Hingga November 2025

Pertemuan di Kastel Bersejarah

Presiden Dewan Eropa, Antonio Costa, akan menjamu para pemimpin dalam pertemuan curah pendapat atau retreat di kastel abad ke-16 itu. Mantan Perdana Menteri Italia, Mario Draghi dan Enrico Letta, yang menulis laporan berpengaruh tentang daya saing Uni Eropa pada 2024, turut diundang untuk memberikan pandangan.

Laporan Draghi telah dijadikan cetak biru kebijakan, namun lembaga pemikir European Policy Innovation Council menyebut baru 15 persen rekomendasi yang dilaksanakan penuh, sementara sekitar 50 persen lainnya masih dalam proses.

Baca Juga :  Jadwal Wamil Mundur, Rowoon ‘Gentle Giant’ Bikin Fans Makin Deg-degan!

Pertemuan akan fokus pada diversifikasi perdagangan, penyederhanaan regulasi yang kerap dikeluhkan pelaku usaha, serta memperdalam pasar tunggal Uni Eropa yang masih terfragmentasi.

Seruan Komitmen

Enrico Letta menekankan pentingnya komitmen terhadap tenggat waktu penyelesaian pasar tunggal pada 2028.

“Saya pikir itu adalah satu-satunya cara untuk menanggapi Trump dan tekanan eksternal yang dialami Uni Eropa dari China, Rusia, dan AS dalam berbagai cara,” kata Letta kepada Reuters.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menegaskan dirinya ingin para pemimpin berkomitmen pada jadwal yang jelas pada KTT berikutnya di bulan Maret.

Sehari sebelum pertemuan, sekitar 900 perusahaan berkumpul di Antwerp dan menandatangani deklarasi yang menyerukan tindakan berani untuk menyelamatkan ekonomi kawasan.

Baca Juga :  Bella Ramsey Ungkap Perjuangan Mental dan Diagnosa Autisme Selama Syuting The Last of Us

“Meskipun situasinya mengerikan, hasilnya bukanlah sesuatu yang tidak bisa dihindari,” tulis pernyataan resmi dari 900 perusahaan tersebut.

Harapan dari Dunia Usaha

Direktur penelitian di think tank CEPS, Andrea Renda, menilai Eropa masih bisa bersaing dengan AS dan China melalui koordinasi serta pragmatisme yang lebih kuat.

“Apa yang hilang, selain integrasi pasar modal yang dalam, adalah prioritas pendanaan di bidang-bidang unggulan, daripada menyebarkan sumber daya terlalu tipis di seluruh wilayah Uni Eropa,” ujar Renda.

Menurutnya, Eropa memiliki keterampilan, modal, perusahaan rintisan inovatif, serta kualitas hidup yang dapat menarik talenta terbaik.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com