NARASITODAY.COM,JAKARTA – Perayaan Tahun Baru Imlek selalu identik dengan warna merah, dentuman genderang, dan pertunjukan barongsai yang meriah. Di antara berbagai jenis barongsai yang tampil saat Imlek, ada satu sosok yang kerap disebut lebih istimewa, yakni Kilin.
Kilin bukan sekadar barongsai biasa. Kehadirannya dipercaya membawa pesan kebijaksanaan, kemakmuran, dan kedamaian. Tak heran jika pertunjukan Kilin memiliki makna yang lebih sakral dibanding barongsai pada umumnya.
Dalam tradisi Tiongkok, barongsai diyakini mampu membawa keberuntungan sekaligus mengusir energi negatif. Gerakan lincah yang diiringi tabuhan genderang melambangkan kekuatan dan semangat hidup. Setiap pertunjukan biasanya menceritakan perjalanan seekor singa yang melewati berbagai rintangan hingga akhirnya menyebarkan keberuntungan kepada penonton.
Namun, Kilin hadir dengan karakter yang berbeda. Secara fisik, Kilin tidak berbulu seperti barongsai pada umumnya, melainkan bersisik dengan warna-warna khas seperti hijau atau merah. Wajahnya tampak lebih tenang dan magis, dilengkapi jenggot panjang serta empat kaki dengan pola gerak yang khas.
Keistimewaan Kilin juga terlihat dari fungsinya. Jika barongsai bisa tampil di berbagai acara seperti perayaan Imlek, pernikahan, atau pembukaan usaha, Kilin justru hanya ditampilkan pada momen tertentu, terutama acara keagamaan. Hal ini berkaitan dengan kepercayaan bahwa Kilin merupakan tunggangan dewa dan simbol kebajikan.
Tak semua orang bisa memainkan Kilin. Para pemainnya harus memenuhi syarat khusus, mulai dari usia, postur tubuh yang proporsional, hingga kemampuan bela diri tertentu. Bahkan, menjelang pertunjukan, pemain Kilin biasanya menjalani pantangan makanan demi menjaga fisik dan mental agar tetap prima.
Lebih dari sekadar hiburan, Kilin membawa pesan filosofis tentang kebijaksanaan dan kedamaian. Dalam legenda, Kilin dipercaya hanya muncul pada masa kepemimpinan yang adil atau saat kelahiran tokoh besar. Itulah sebabnya, setiap kemunculan Kilin selalu dianggap sebagai pertanda baik.
Melalui pertunjukan Kilin, perayaan Imlek tak hanya terasa meriah, tetapi juga sarat makna. Tradisi ini menjadi pengingat bahwa Imlek bukan sekadar pesta tahunan, melainkan momen penuh doa, harapan, dan nilai-nilai kebajikan yang diwariskan lintas generasi. (MG3)
Editor : Mutiara
Sumber : idntimes.com













