Pelatih Genoa Akui Sulit Bobol Gawang Cremonese yang Dikawal Emil Audero

0
Emil Audero
Emil Audero.Foto : bola.com

NARASITODAY.COM, CREMONA – Stadion Giovanni Zini menjadi saksi bisu ketangguhan kiper asal Indonesia, Emil Audero Mulyadi. Dalam laga lanjutan Serie A 2025/2026 yang berlangsung Minggu (15/2/2026), aksi heroik Emil di bawah mistar gawang Cremonese sukses membuat pelatih Genoa, Daniele De Rossi, frustrasi setelah timnya dipaksa pulang dengan skor kacamata 0-0.

Meski Genoa tampil mendominasi dan terus membombardir pertahanan tuan rumah, sosok Emil Audero seolah menjadi labirin tanpa jalan keluar bagi barisan penyerang Il Grifone.

Benteng yang Sulit Ditembus

Sepanjang pertandingan, Genoa melepaskan total 18 tembakan, di mana lima di antaranya mengarah tepat ke gawang. Emil Audero, yang tampil sebagai starter, melakukan enam penyelamatan krusial, termasuk satu aksi penyelamatan gemilang di menit ke-75 yang mematahkan peluang emas Genoa di dalam kotak penalti.

Baca Juga :  Dilema Arne Slot di Anfield: Amankan Tiket Liga Champions atau Korbankan Perpisahan Mohamed Salah?

Pelatih Genoa, Daniele De Rossi, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya sekaligus kekagumannya terhadap soliditas pertahanan Cremonese.

“Ini akan menjadi kekalahan terberat yang harus ditelan, mengingat dua kekalahan terakhir. Di sini, kami harus menyalahkan diri sendiri, jika itu terjadi bukan wasit atau VAR. Akan sulit untuk bangkit kembali dalam kasus itu, tetapi untungnya tidak demikian,” kata De Rossi dikutip dari Cuore Grigio Rosso.

De Rossi mengakui bahwa membongkar pertahanan tim asuhan Giovanni Stroppa yang dikawal Emil bukanlah perkara mudah.

“Selain itu, saya melihat tim yang hebat, kami bermain bagus. Mencetak gol melawan Cremonese itu sulit, mereka tim yang kuat secara fisik dan vertikal. Itu tidak mudah bagi siapa pun. Kami mampu mengimbangi Djuric, yang tingginya dua meter, dan lari-lari Thorsby,” ujar legenda AS Roma tersebut.

Baca Juga :  Rumor Juergen Klopp Jadi Calon Pelatih Al Ittihad Dibantah Keras Agen Sang Pelatih

Perang Urat Syaraf Dua Kiper

Meski Emil Audero mendapatkan rating impresif 9,3 dari laman statistik Sofascore, predikat pemain terbaik dalam laga ini justru menjadi perdebatan menarik. Kiper Genoa, Justin Bijlow, tercatat meraih nilai sempurna 10 setelah ia juga tampil tak kalah luar biasa menghalau tujuh tembakan tepat sasaran dari Cremonese.

Laga ini seolah menjadi panggung pamer kekuatan bagi kedua penjaga gawang. Cremonese yang lebih banyak mengandalkan serangan balik sempat menciptakan 13 tembakan, namun Bijlow juga berdiri kokoh seperti karang.

Baca Juga :  Cedera Neymar Bikin Santos dan Brasil Khawatir, Kembali Absen di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Posisi di Klasemen

Hasil imbang ini membuat Cremonese masih tertahan di peringkat ke-16 klasemen sementara Serie A. Bagi Emil Audero, performa ini kian menegaskan statusnya sebagai salah satu kiper elit di Italia yang patut diwaspadai, terutama dengan kemampuannya membaca arah bola di momen-momen kritis.

Dengan satu poin ini, De Rossi dan pasukannya harus segera berbenah untuk mencari solusi atas tumpulnya penyelesaian akhir mereka sebelum laga berikutnya, sementara Cremonese dapat sedikit bernapas lega berkat “tembakan yang gagal” dari para pemain Genoa di tangan Emil Audero.***

Editor : Alysa

Sumber : cnnindonesia.com