NARASITODAY.COM, JAKARTA – Retinol dikenal sebagai turunan vitamin A yang ampuh mengatasi berbagai masalah kulit. Kandungan aktif ini kerap ditemukan dalam produk skincare karena manfaatnya yang mampu membantu menyamarkan tanda penuaan, meredakan jerawat, hingga memperbaiki tekstur kulit. Jika dipakai rutin dan tepat, retinol juga bisa membuat kulit tampak lebih cerah dan sehat.
Spesialis Dermofarmasi dan Nutrisi dari Farmacia Avenida de América, Belen Acero, menjelaskan bahwa retinol tidak hanya bekerja di permukaan, tetapi juga menembus lapisan kulit yang lebih dalam untuk melawan tanda-tanda penuaan.
Menurutnya, retinol efektif membantu memudarkan garis halus, kerutan, dan noda hitam. Bahan aktif ini juga merangsang produksi kolagen serta memiliki sifat antioksidan yang melindungi kulit dari paparan radikal bebas. Hasilnya, kulit terasa lebih kenyal, pori-pori tampak lebih kecil, dan wajah terlihat lebih segar.
Meski begitu, retinol berpotensi menimbulkan iritasi dan membuat kulit menjadi lebih sensitif, terutama pada awal pemakaian. Karena itu, penggunaannya perlu dilakukan secara bertahap agar kulit dapat beradaptasi. Para ahli menyarankan retinol dipakai pada malam hari dan dibersihkan pada pagi hari, serta selalu diimbangi dengan penggunaan sunscreen. Bagi pemilik kulit sensitif, sebaiknya mulai dari konsentrasi rendah untuk melihat respons kulit.
Kapan Waktu yang Tepat Mulai Pakai Retinol?
Dermatolog dari Instituto Médico Ricart, Martia GarcÃa-Legaz, menyebutkan bahwa retinol sebenarnya sudah bisa digunakan sejak usia muda. Pada remaja, retinol umumnya difokuskan untuk mengatasi bekas jerawat dan hiperpigmentasi. Kombinasi retinol dengan asam glikolat atau asam salisilat juga dapat membantu mengontrol minyak berlebih dan jerawat.
Untuk usia remaja, disarankan memilih retinol berkonsentrasi rendah, retinol enkapsulasi (encapsulated retinol) yang lebih lembut, atau formula dengan tambahan efek antibakteri guna meminimalkan risiko iritasi.
Seiring bertambahnya usia, kebutuhan kulit pun berubah.
Usia remaja: fokus pada penanganan jerawat dan bekasnya.
Usia 20–30-an: membantu mencegah tanda penuaan dini serta menyamarkan hiperpigmentasi.
Usia 40–50-an: berperan meningkatkan produksi kolagen, memperbaiki warna dan tekstur kulit, serta mengurangi kerutan. Pada tahap ini, konsentrasi lebih tinggi biasanya dibutuhkan.
Kesimpulannya, retinol bisa mulai digunakan sejak usia muda, tetapi harus disesuaikan dengan kondisi kulit dan konsentrasi yang tepat. Terutama bagi pemilik kulit sensitif, penting untuk memastikan kecocokan sebelum menjadikannya bagian dari rutinitas skincare. (MG5)
Editor : Nathania
Sumber : insertlive.com














