Israel Tingkatkan Siaga Militer Antisipasi Serangan Gabungan ke Iran

0
Israel
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto : rakyat.news

NARASITODAY.COM, TEL AVIV – Langit di Timur Tengah kembali diselimuti mendung peperangan. Israel dilaporkan telah menaikkan status siaga militernya ke level tertinggi, seiring makin kuatnya indikasi serangan udara terkoordinasi bersama Amerika Serikat terhadap situs-situs strategis di Iran dalam hitungan hari.

Meski Washington mengeklaim adanya kemajuan dalam negosiasi nuklir dengan Teheran, Tel Aviv justru menunjukkan skeptisisme mendalam. Di balik pintu-pintu ruang rapat bawah tanah, militer Israel terus mempercepat perencanaan operasional, mempersiapkan skenario terburuk jika jalur diplomasi dianggap buntu.

Lebih Besar dari Perang 12 Hari

Sumber militer Israel membocorkan bahwa jika Presiden Donald Trump memberikan lampu hijau, operasi ini diprediksi akan jauh lebih dahsyat dan luas dibandingkan serangan 12 hari pada Juni lalu. Serangan kali ini bukan sekadar menyasar situs nuklir, tetapi kabarnya juga akan menghantam sistem rudal balistik Iran secara serentak.

Baca Juga :  Hindari Denda Israel, Warga Palestina Terpaksa Hancurkan Rumah Sendiri Demi Proyek Taman Hiburan

Ketegangan ini terasa kian nyata melalui pernyataan mantan kepala intelijen militer Israel, Amos Yadlin, yang memberikan gambaran betapa tipisnya jarak menuju konfrontasi terbuka.

“Kita jauh lebih dekat dibanding sebelumnya (ke arah serangan),” ujar Amos Yadlin pada Rabu (18/2/2026) seperti dikutip dari CNN.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dilaporkan telah menggelar maraton konsultasi keamanan khusus sepanjang pekan ini. Fokus utamanya adalah memastikan koordinasi taktis antara militer Israel dan komando AS berjalan mulus.

Baca Juga :  Konser Oasis di Wembley Jadi Kenangan Sendu, Satu Nyawa Melayang Saat Suasana Puncak

Di parlemen, Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan juga telah melakukan pengarahan tertutup dengan Komando Front Dalam Negeri untuk memastikan kesiapan publik jika serangan balik terjadi.

“Kita berada dalam hari-hari yang penuh tantangan menghadapi Iran. Pemerintah serta publik bersiap untuk segala kemungkinan dalam skenario konfrontasi,” tegas Ketua Komite, Boaz Bismuth.

Mencari Celah di Tengah Diplomasi

Laporan dari lembaga penyiar publik Israel, KAN, menyebutkan bahwa Israel kini tengah aktif mencari “lampu hijau” dari Amerika untuk ikut serta secara langsung dalam melumpuhkan sistem pertahanan rudal Iran. Penilaian lembaga keamanan Israel dalam 24 jam terakhir menunjukkan bahwa probabilitas serangan AS di bawah perintah Trump meningkat tajam.

Baca Juga :  5 Fenomena Paradoks Saat Kamu Terlalu Banyak Berpikir Tapi Malah Stuck

Kondisi ini menciptakan kontras yang tajam di panggung internasional. Di satu sisi, meja perundingan nuklir di Washington masih terbuka, namun di sisi lain, deru mesin jet tempur dan pergerakan logistik militer di Tel Aviv seolah sedang menghitung mundur waktu ledakan konflik baru di Teluk.***

Editor : Alysa

Sumber : cnnindonesia.com