NARASITODAY.COM, POTSDAM – Pusat Riset Geosains Jerman, German Research Centre for Geosciences (GFZ), mencabut pengumuman di situs resminya yang sebelumnya menyebut terjadi gempa berkekuatan magnitudo 6,5 di Thailand pada Senin dini hari.
Reuters melaporkan, juru bicara GFZ mengonfirmasi bahwa lembaga tersebut tidak lagi melaporkan adanya gempa di Thailand dan tengah memeriksa kemungkinan kesalahan teknis atau gangguan sistem (“glitch”) dalam laporan awal.
Sementara itu, otoritas meteorologi Thailand menegaskan tidak ada gempa dengan pusat (episentrum) berada di dalam wilayah Thailand.
Laporan Awal dan Revisi
Sebelumnya, GFZ sempat mengunggah laporan gempa di Thailand hanya beberapa menit setelah merilis laporan terpisah mengenai gempa yang terjadi di lepas pantai Pulau Kalimantan (Borneo). Berbeda dengan laporan Thailand, informasi terkait gempa di dekat Borneo tersebut tidak dihapus.
GFZ, seperti lembaga pemantau gempa lainnya di berbagai negara, secara rutin memperbarui laporan berdasarkan data terbaru. Dalam beberapa kasus, laporan awal dapat direvisi atau dihapus apabila kemudian terbukti tidak akurat.
Insiden ini menyoroti tantangan dalam pemantauan gempa secara real-time. Sistem sensor global bekerja dengan kecepatan tinggi, namun terkadang menghasilkan laporan yang harus segera dikoreksi. Bagi masyarakat, kabar gempa yang kemudian dicabut bisa menimbulkan kebingungan sesaat.
Di Thailand, warga yang sempat membaca laporan awal GFZ mengaku lega setelah otoritas meteorologi menegaskan tidak ada gempa. “Kami sempat panik, tapi ternyata tidak ada getaran sama sekali,” ujar seorang warga Bangkok melalui media lokal.***
Editor : Alysa
Sumber : Berbagai Sumber














