GFZ Cabut Laporan Gempa Magnitudo 6,5 di Thailand, Diduga Kesalahan Teknis

0
Bangkok
Ilustrasi bendera Thailanddengan latar langit yang biru cerah. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, POTSDAM – Pusat Riset Geosains Jerman, German Research Centre for Geosciences (GFZ), mencabut pengumuman di situs resminya yang sebelumnya menyebut terjadi gempa berkekuatan magnitudo 6,5 di Thailand pada Senin dini hari.

Reuters melaporkan, juru bicara GFZ mengonfirmasi bahwa lembaga tersebut tidak lagi melaporkan adanya gempa di Thailand dan tengah memeriksa kemungkinan kesalahan teknis atau gangguan sistem (“glitch”) dalam laporan awal.

Baca Juga :  Senny Marbun Nahkodai APSF, Membawa Asa Baru Olahraga Disabilitas Asia Tenggara

Sementara itu, otoritas meteorologi Thailand menegaskan tidak ada gempa dengan pusat (episentrum) berada di dalam wilayah Thailand.

Laporan Awal dan Revisi

Sebelumnya, GFZ sempat mengunggah laporan gempa di Thailand hanya beberapa menit setelah merilis laporan terpisah mengenai gempa yang terjadi di lepas pantai Pulau Kalimantan (Borneo). Berbeda dengan laporan Thailand, informasi terkait gempa di dekat Borneo tersebut tidak dihapus.

Baca Juga :  Damkar Bogor Tuntaskan Kebakaran Angkot dalam 1,5 Jam, Sopir Dirawat di RSUD Leuwiliang

GFZ, seperti lembaga pemantau gempa lainnya di berbagai negara, secara rutin memperbarui laporan berdasarkan data terbaru. Dalam beberapa kasus, laporan awal dapat direvisi atau dihapus apabila kemudian terbukti tidak akurat.

Insiden ini menyoroti tantangan dalam pemantauan gempa secara real-time. Sistem sensor global bekerja dengan kecepatan tinggi, namun terkadang menghasilkan laporan yang harus segera dikoreksi. Bagi masyarakat, kabar gempa yang kemudian dicabut bisa menimbulkan kebingungan sesaat.

Baca Juga :  Indonesia Bidik Posisi Strategis Industri Semikonduktor Global Lewat ISS 2026

Di Thailand, warga yang sempat membaca laporan awal GFZ mengaku lega setelah otoritas meteorologi menegaskan tidak ada gempa. “Kami sempat panik, tapi ternyata tidak ada getaran sama sekali,” ujar seorang warga Bangkok melalui media lokal.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber