Pengusaha Buah Thailand Tewas Ditembak, Pelaku Ditangkap gegara Utang Sound System

0
Côte-des-Neiges
ilustrasi garis polisi. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, TRAT – Keheningan kawasan hutan bakau di Provinsi Trat mendadak pecah oleh penemuan memilukan pada Selasa (24/2/2026). Thassana Boonui, seorang pengusaha buah kenamaan yang dikenal luas di wilayah tersebut, ditemukan tak bernyawa di dalam mobil pikap miliknya. Ia tewas mengenaskan dengan luka tembak tepat di bagian mata sebuah akhir yang tragis bagi sosok yang selama ini bergelut dengan manisnya bisnis komoditas bumi.

Bukan sekadar pembunuhan, aksi keji ini juga dibarengi dengan raibnya barang-barang mewah milik korban, termasuk kalung emas seberat 76 gram senilai Rp 202,5 juta dan sebuah ponsel pintar. Namun, pelarian sang eksekutor tak bertahan lama.

Baca Juga :  Insiden Penembakan di Montreal Guncang Wilayah Côte-des-Neiges, Dua Tewas Termasuk Polisi Senior

Tertangkap karena Jejak Emas

Hanya dalam hitungan jam setelah jasad Thassana ditemukan, polisi berhasil meringkus Chakkrit “Nueng” Sunet (33) di Chanthaburi pada pukul 21.00. Ironisnya, jejak pelarian Chakkrit terendus setelah istrinya mencoba menjual kalung emas milik korban. Pihak berwenang menyebut sang istri tidak mengetahui bahwa perhiasan berkilau itu adalah hasil dari sisa darah dan nyawa yang dihabisi suaminya.

Pada Rabu kemarin, dengan tangan terborgol, Chakkrit akhirnya menunjukkan lokasi pembuangan senjata api kaliber .38 yang digunakannya untuk menghabisi nyawa sang pengusaha.

Prahara Audio dan Bunga Majemuk

Di balik dinginnya laras pistol, terungkap motif klasik yang menghancurkan hubungan keduanya yaitu utang piutang. Apa yang dimulai dari transaksi hobi justru berakhir menjadi sengketa maut. Keduanya sempat terlibat adu mulut hebat di dalam kendaraan sebelum peluru dilepaskan.

Baca Juga :  Kasus Pemalsuan Meterai Semakin Rumit, Buronan AB Akhiri Hidup Sebelum Ditangkap Polisi

Penyidik mengungkapkan bahwa beban finansial yang dipikul tersangka telah membengkak di luar kendali akibat sistem bunga yang mencekik.

“Dalam keterangannya kepada penyidik, tersangka mengaku bahwa perselisihan finansial tersebut berawal dari transaksi jual beli speaker dan peralatan audio. Tersangka diketahui memiliki utang kepada korban sebesar 300.000 hingga 400.000 baht (Rp 162 juta hingga Rp 216 juta), dan jumlah itu terus membengkak karena bunga majemuk,” ujar penyidik dikutip dari Bangkok Post.

Baca Juga :  Ledakan Picu Runtuhnya Bangunan di Karachi,16 Tewas Saat Sahur Ramadan

Upaya Menghilangkan Jejak

Dalam kepanikan setelah menembak Thassana, Chakkrit sempat berupaya menghapus jejak kejahatannya. Ia membuang ponsel korban ke sebuah sungai kecil yang berjarak 50 meter dari TKP, sementara senjata mautnya dilempar ke area semak yang berjarak 200 meter dari mobil korban.

Kini, Chakkrit mendekam di sel tahanan kantor polisi kota Trat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Di sisi lain, keluarga korban mencoba tegar. Mereka menyatakan telah menerima kenyataan pahit ini dan percaya sepenuhnya kepada hukum, meyakini bahwa motif pembunuhan ini murni karena sengketa pribadi yang berujung gelap.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com