Eskalasi Perang Timteng Lumpuhkan Penerbangan Regional

0
Eskalasi perang
Ilustrasi Tampilan dekat peta yang menggambarkan Timur Tengah.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, DUBAI – Langit Timur Tengah yang biasanya dipenuhi jalur penerbangan komersial kini menyisakan keheningan mencekam. Eskalasi perang yang pecah pada Sabtu (28/2/2026) kemarin, di mana Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan ke Iran hingga memicu ledakan di ibu kota Teheran, telah mengubah peta penerbangan dunia dalam sekejap.

Tidak tinggal diam, Iran memberikan respons berhadapan dengan menyerang tujuh negara yang menjadi basis militer AS, meliputi Bahrain, Irak, Kuwait, Qatar, Suriah, Uni Emirat Arab (UEA), dan Arab Saudi. Dampaknya langsung terasa: di atas wilayah Iran, Irak, Kuwait, Israel, dan Bahrain, peta pelacakan penerbangan menunjukkan wilayah udara yang hampir kosong, sebuah pemandangan langka yang menggambarkan kepanikan global.

Baca Juga :  5 Penyebab Cerebral Palsy pada Anak, Kenali dan Cegah Sejak Kehamilan

Kebangkrutan Jadwal dan Terdamparnya Penumpang

Dampak langsung dari konflik bersenjata ini membuat dunia penerbangan internasional bertindak cepat. Dilansir dari BBC International, Minggu (1/3/2026), sejumlah maskapai besar terpaksa membatalkan atau mengalihkan rute penerbangan mereka.

British Airways memutuskan untuk membatalkan layanan ke Tel Aviv dan Bahrain hingga Rabu (4/3/2026), serta Amman di Yordania pada Sabtu (28/2/2026). Sementara itu, Virgin Atlantic tidak hanya membatalkan penerbangan Heathrow ke Dubai, tetapi juga memperingatkan adanya keterlambatan bagi rute ke India, Arab Saudi, dan Maladewa akibat pengalihan rute.

Wizz Air mengambil langkah lebih jauh dengan menangguhkan semua penerbangan ke dan dari Israel, Dubai, Abu Dhabi, dan Amman hingga Sabtu (7/3/2026) pekan depan. Qatar Airways dan Emirates juga mengonfirmasi penangguhan sementara layanan mereka menyusul penutupan wilayah udara.

Baca Juga :  Teknologi Drone Jadi Senjata Kunci dalam Perang Rusia-Ukraina 2025

Saat ini, fokus kekacauan transportasi terlihat jelas di Dubai. Otoritas bandara setempat mengumumkan kelumpuhan total operasional di dua gerbang utamanya, Dubai International (DXB) dan Dubai World Central – Al Maktoum International (DWC), hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Situasi darurat ini diumumkan melalui platform X, meminta para pelancong untuk tidak memenuhi area bandara yang biasanya ramai tersebut.

“Penumpang disarankan untuk tidak pergi ke bandara saat ini dan menghubungi maskapai penerbangan masing-masing secara langsung untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai penerbangan mereka. Kami menghargai kerja sama dari para tamu kami. Informasi lebih lanjut akan diberikan seiring kami terus memantau situasi,” kata pihak bandara dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga :  DPD KNPI Kabupaten Bogor Diguncang Klaim Caretaker, Yoga Triana Tegaskan Kepemimpinan Sah Wahyudi Chaniago

Heathrow, bandara tersibuk di Inggris, juga ikut mendesak para pelancong untuk memeriksa informasi terbaru dengan maskapai masing-masing. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Inggris mendesak warga negaranya yang berada di Bahrain, Qatar, Kuwait, dan UEA untuk segera berlindung di tempat aman menyusul laporan ledakan.

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kegagalan mencapai kesepakatan untuk membatasi program nuklir Iran dan perubahan rezim menjadi salah satu alasan peluncuran serangan tersebut, yang kini telah membuat wilayah udara Iran resmi ditutup dan menghentikan lalu lintas udara internasional di kawasan tersebut.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com