NARASITODAY.COM, JAKARTA – Kebiasaan langsung merokok atau ‘sebat’ saat berbuka puasa ternyata menyimpan risiko kesehatan yang tidak bisa dianggap sepele. Di tengah rasa lega setelah seharian menahan lapar dan haus, sebagian orang justru memilih menyalakan rokok sebelum mengonsumsi makanan atau minuman.
Padahal, menurut dokter, kebiasaan ini bisa berdampak kurang baik bagi tubuh, terutama saat kondisi perut masih kosong.
Risiko pada Lambung dan Sistem Pencernaan
Spesialis paru dr Erlang Samoedro, SpP, FISR menjelaskan bahwa merokok saat perut kosong dapat memicu gangguan pada lambung. Salah satu dampaknya adalah gastritis atau peradangan lambung.
Saat berpuasa, lambung dalam kondisi kosong selama berjam-jam. Ketika langsung terpapar zat beracun dari rokok seperti nikotin dan karbon monoksida, lapisan lambung bisa mengalami iritasi. Hal ini dapat memicu rasa perih, mual, hingga nyeri ulu hati.
Dampak Nikotin dan Karbon Monoksida
Nikotin yang dihirup saat merokok akan cepat masuk ke aliran darah dan menuju otak. Dalam jumlah tinggi, nikotin bisa menyebabkan pusing, mual, hingga sakit kepala.
Sementara itu, karbon monoksida yang berlebihan dalam darah berisiko mengganggu suplai oksigen dalam tubuh. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini tentu dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan yang lebih serius.
Cara Mengalihkan Keinginan Merokok
Bagi yang terbiasa merokok saat berbuka, dokter menyarankan untuk mengalihkan keinginan tersebut dengan aktivitas lain. Misalnya dengan:
-
Mengonsumsi air putih dan makanan manis terlebih dahulu
-
Berbincang bersama keluarga
-
Segera menunaikan salat Maghrib
-
Mengunyah camilan sehat
Langkah sederhana ini bisa membantu tubuh beradaptasi lebih baik setelah seharian berpuasa.
Berbuka puasa seharusnya menjadi momen untuk mengembalikan energi tubuh secara sehat. Memulai dengan makanan dan minuman yang baik akan membantu menjaga kondisi tubuh tetap prima selama Ramadan. (MG3)
Editor : Mutiara
Sumber : detikHealth














