Selain Kolak, Ini 9 Kuliner Khas Ramadan dari Berbagai Daerah

0
Ilustrasi berbuka puasa bersama. Foto: dok Pinterest

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Selain kolak, ternyata masih banyak hidangan khas dari berbagai penjuru Indonesia yang identik dengan bulan Ramadan. Dari bubur kanji hingga kicak, setiap daerah punya sajian andalan yang selalu hadir saat sahur dan berbuka.

Kolak memang menjadi menu yang paling melekat dengan suasana Ramadan di Indonesia. Rasanya seperti ada yang kurang bila belum menyantap hidangan manis berbahan gula aren, santan, dan pisang ini saat berbuka puasa.

Namun, kolak bukan satu-satunya sajian spesial di bulan suci. Beragam daerah di Indonesia memiliki kuliner khas Ramadan yang tak kalah populer. Hampir tiap wilayah mempunyai menu tradisional yang rutin disajikan untuk berbuka maupun sahur.

Keanekaragaman kuliner ini memperlihatkan betapa kayanya tradisi dan cita rasa Nusantara. Mengutip Wonderful Indonesia (27/02/2026), berikut sembilan makanan khas Ramadan dari berbagai daerah yang selalu dinantikan kehadirannya.

1. Bubur Kanji Rumbi – Aceh
Di Aceh, bubur kanji rumbi menjadi sajian favorit selama Ramadan, terutama untuk buka puasa bersama di masjid. Bubur berwarna cokelat ini kaya rempah, bercita rasa gurih dengan sedikit sensasi pedas. Pengaruh India cukup terasa pada racikannya. Selain mengenyangkan, bubur ini juga memberi rasa hangat setelah seharian berpuasa.

Baca Juga :  Hindari Blind Buy! 5 Cara Cerdas Membeli Parfum Online

2. Putu Mangkok – Kepulauan Riau
Putu mangkok menjadi takjil manis andalan masyarakat Kepulauan Riau. Terbuat dari tepung beras dan gula aren, kue ini disajikan dengan kelapa parut. Rasanya manis-gurih dengan tekstur lembut dan mengembang, serta bentuk menyerupai mangkuk terbalik.

3. Ketan Bintul – Banten
Ketan bintul adalah kuliner legendaris dari Banten yang telah ada sejak abad ke-16 dan disebut-sebut sebagai favorit Sultan Banten. Berbahan dasar ketan kukus dengan taburan serundeng berbumbu, makanan ini kerap disantap bersama semur daging atau empal. Saat Ramadan, ketan bintul banyak dicari sebagai menu berbuka yang mengenyangkan.

4. Mie Glosor – Bogor, Jawa Barat
Bogor memiliki mie glosor yang populer sebagai hidangan berbuka. Nama “glosor” merujuk pada teksturnya yang licin dan lembut. Berbeda dari mie biasa, mie ini dibuat dari tepung aci atau singkong. Biasanya dijual di pasar takjil dan dinikmati bersama gorengan atau lauk pendamping.

Baca Juga :  Kangen Jajanan Jadul? Yuk, Bikin Sendiri Ciwel Manis Kenyal dengan Resep Ini

5. Kicak – Yogyakarta
Di Kampung Kauman, Yogyakarta, terdapat pasar tradisional Ramadan yang sudah menjadi tradisi. Salah satu takjil khasnya adalah kicak, yang populer sejak 1970-an. Kicak terbuat dari ketan tumbuk yang dipadukan dengan santan, nangka, dan kelapa parut, menghasilkan rasa manis dan gurih dengan aroma khas.

6. Bongko Kopyor – Gresik, Jawa Timur
Bongko kopyor merupakan takjil khas Gresik yang identik dengan Ramadan. Terbuat dari campuran sagu, roti tawar, nangka, kelapa muda, pisang, dan santan, adonan ini dibungkus daun pisang lalu dikukus. Rasanya manis dan segar dengan tekstur lembut.

7. Bingka Kentang – Banjar, Kalimantan Selatan
Bingka kentang adalah kue panggang khas Kalimantan Selatan yang juga populer di Kalimantan Timur. Dibuat dari kentang, tepung, santan, susu, dan gula, kue ini memiliki tekstur lembut dengan rasa manis legit. Tak hanya saat Ramadan, bingka kentang juga sering hadir dalam acara penting.

Baca Juga :  Kemenag Gelar Sidang Isbat Penentuan Awal Ramadan Besok

8. Barongko – Makassar, Sulawesi Selatan
Barongko merupakan hidangan tradisional Makassar yang kerap dijadikan takjil. Terbuat dari pisang halus, telur, santan, gula, dan sedikit garam, adonan ini dibungkus daun pisang lalu dikukus. Teksturnya lembut dengan rasa manis-gurih, dan bisa disajikan dingin agar lebih menyegarkan.

9. Asida – Maluku
Asida adalah hidangan manis khas Maluku yang mendapat pengaruh kuliner Timur Tengah sejak masuknya Islam ke wilayah tersebut. Dibuat dari tepung terigu, gula merah, kayu manis, dan kapulaga, lalu disiram mentega leleh, asida memiliki tekstur lembut dan rasa manis khas. Saat Ramadan, makanan ini banyak dijual di pasar takjil maupun pinggir jalan.

Setiap sajian tersebut bukan hanya pelengkap berbuka, tetapi juga bagian dari tradisi yang memperkaya momen Ramadan di berbagai daerah Indonesia. (MG5)

Editor : Nathania

Sumber : detikfood