Trump Perintahkan Kawalan Tanker di Selat Hormuz, Klaim Serangan ke Iran untuk Cegah Perang Lebih Besar

0
Trump
Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat.Foto : bbc.com

NARASITODAY.COM, WASHINGTON — Ketegangan di kawasan Teluk Persia kini bukan hanya soal letusan senjata, melainkan juga mengancam urat nadi ekonomi global. Di tengah kekhawatiran akan penyumbatan jalur vital Selat Hormuz, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengambil inisiatif tegas dengan menyiagakan armada Angkatan Laut AS untuk mengawal kapal tanker minyak.

Langkah ini diambil menyusul meningkatnya risiko serangan di jalur pelayaran yang menjadi jalan bagi sebagian besar pasokan energi dunia tersebut. Trump menegaskan kesiapan militernya untuk mengamankan alur distribusi yang kian rapuh.

“Jika perlu, Angkatan Laut Amerika Serikat akan mulai mengawal kapal tanker melalui Selat Hormuz sesegera mungkin,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya, Selasa waktu setempat, seperti dikutip AFP, Rabu (4/3/2026).

Baca Juga :  Realokasi Anggaran Harus Kilat, Kalau Tidak Ekonomi Bisa ‘Ngadat’

Tak hanya menyiapkan kawalan militer, Trump juga memerintahkan Washington untuk menyediakan skema asuransi bagi pengiriman komersial. Pernyataan ini seketika meniupkan angin segar di pasar keuangan; saham AS berhasil memangkas kerugian, meski harga minyak mentah tetap bertengger di zona kenaikan.

Dalam momentum yang sama, Trump kembali membahas justifikasi di balik operasi gabungan AS-Israel yang mengguncang Iran. Ia menegasikan anggapan bahwa Tel Aviv memaksanya untuk terlibat, justru mengklaim bahwa serangan preventif itu adalah keputusan strategis untuk menetralisir ancaman dari Teheran.

“Saya pikir mereka (Iran) akan menyerang terlebih dahulu. Dan saya tidak ingin itu terjadi,” ujar Trump saat menjamu Kanselir Jerman Friedrich Merz di Ruang Oval. “Jadi, jika ada, saya mungkin telah memaksa Israel untuk bertindak.”

Baca Juga :  Trump Inisiasi Damai Ukraina, Macron Desak Kesepakatan yang Adil dan Kuat

Pernyataan ini mengoreksi narasi yang sebelumnya disampaikan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, yang menyebut Washington bergerak pasca mengetahui niat Israel untuk menyerang lebih dulu.

Trump terlihat yakin dengan keberhasilan operasi militer tersebut. Ia mengklaim kekuatan tempur Iran telah dilumpuhkan secara signifikan.

“Hampir semuanya telah dihancurkan,” katanya, seraya menyebut angkatan laut, angkatan udara, dan sistem radar Iran telah dinonaktifkan.

Soal arah politik pasca-konflik di Teheran, Trump enggan memberikan detail. Ia bahkan menggambarkan kekosongan kepemimpinan di negara tersebut dengan pernyataan yang blak-blakan, merujuk pada tewasnya Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dalam serangan akhir pekan lalu.

Baca Juga :  Trump Kritik Inggris Soal Chagos, Sengketa Lama Kembali Mengemuka

“Sebagian besar orang yang kami pertimbangkan telah meninggal,” ucapnya.

Salah satu tujuan utama dari serangan ini, menurut Trump, adalah memotong jalur menuju senjata nuklir bagi Iran. Seorang pejabat senior AS bahkan menegaskan bahwa Teheran diperkirakan hanya tinggal selangkah lagi dari kepemilikan senjata pemusnah massal tersebut.

Dengan nada tegas, Trump menyatakan bahwa pintu diplomasi telah tertutup. Ia menegaskan sudah “terlambat” bagi Iran untuk kembali ke meja perundingan, sembari memastikan tidak ada kontak rahasia yang terjalin antara Washington dan Teheran sejak serangan pertama diluncurkan.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com