Cekcok Soal Labu Siam Berujung Maut, Warga Cianjur Meninggal Dunia

0
Labu Siam. Foto; dok Pinterest

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Langit Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mendadak diselimuti kabar duka. Seorang pria berusia 56 tahun bernama Minta meninggal dunia setelah dua hari menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Di sekujur tubuhnya ditemukan banyak lebam yang diduga akibat penganiayaan oleh tetangganya sendiri.

Peristiwa memilukan itu disebut bermula dari persoalan sepele, yakni dugaan pengambilan dua buah labu siam tanpa izin dari kebun milik warga. Tak butuh waktu lama, kejadian tersebut pun ramai diperbincangkan di media sosial.

1. Pertengkaran Berujung Kekerasan

Insiden terjadi pada Sabtu (28/2/2026) sore. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, korban diduga mengambil labu siam dari kebun yang digarap Ujang Ahmad (41). Mengetahui hal itu, Ujang langsung mengejar korban hingga ke kediamannya.

Baca Juga :  Daya Beli Turun, Pedagang Domba di Cikalongkulon Mengeluh

Di depan rumah korban, keduanya terlibat adu argumen. Situasi yang memanas berujung pada aksi kekerasan. Pelaku diduga melayangkan pukulan bertubi-tubi ke bagian kepala, leher, wajah, dan dada korban.

Kanit Reskrim Polsek Cugenang Ipda Muslikan menyebut, pelaku memaksa korban mengakui dugaan pencurian sambil terus memukul.

“Korban dipukuli sampai muntah. Pelaku meminta korban mengaku soal dugaan pencurian labu siam di kebunnya,” ujar Muslikan, Rabu (4/3/2026).

2. Dirawat Intensif, Kondisi Memburuk

Aksi penganiayaan baru berhenti setelah keluarga dan warga sekitar datang melerai. Dalam kondisi lemah dan penuh luka, korban sempat mengakui telah mengambil dua buah labu siam.

Baca Juga :  53 Warga Cianjur Tumbang Diduga Gegara Keracunan Setelah Santap Nasi Kotak Tahlilan

Karena usianya yang sudah lanjut serta mengalami banyak pukulan, korban segera dilarikan ke rumah sakit di Cianjur untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, kondisi kesehatannya terus menurun.

Dua hari kemudian, tepatnya Senin (2/3/2026) sore, korban dinyatakan meninggal dunia. Sejak awal dirawat, tubuhnya dipenuhi memar dan ia mengeluhkan pusing berat sebelum akhirnya tak tertolong.

3. Pelaku Diamankan Polisi

Tak lama setelah korban meninggal, aparat kepolisian bergerak cepat dan mengamankan Ujang Ahmad. Saat ini, pelaku masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga :  Wartawan Cianjur Gelar Aksi Solidaritas, Minta Tindak Tegas Kekerasan Jurnalis di Serang

Berdasarkan keterangan sementara, pelaku mengaku tersulut emosi karena merasa hasil kebunnya kerap hilang. Ia menduga korban sudah beberapa kali mengambil sayur dan buah tanpa izin.

“Alasannya karena emosi. Pelaku merasa korban sering mengambil hasil kebunnya. Saat ketahuan, langsung dikejar,” kata Muslikan.

Polisi masih mendalami motif dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap secara lengkap kronologi kejadian. Kasus ini menjadi pengingat bahwa persoalan kecil yang tidak diselesaikan dengan kepala dingin dapat berujung pada tragedi. (MG5)

Editor : Nathania

Sumber : idntimes.com