Dampak Perang Iran-AS-Israel, Industri Wisata Timur Tengah Terancam Rugi Triliunan

0
Ilustrasi wisata di Timjur Tengah. Foto: dok Pinterest

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Sektor pariwisata di kawasan Timur Tengah selama ini mampu menghasilkan pendapatan besar, mencapai sekitar 367 miliar USD atau setara Rp6.203 triliun setiap tahun. Namun, memanasnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel kini mulai memberikan dampak serius terhadap industri tersebut.

Ketegangan yang meningkat di kawasan itu membuat citra Timur Tengah sebagai destinasi wisata mewah dan aman bagi para turis menjadi terancam. Bahkan, sejumlah bandara di wilayah tersebut, termasuk di Dubai, terpaksa menghentikan operasional sementara akibat eskalasi konflik antara AS, Israel, dan Iran.

Baca Juga :  Iran Peringatkan AS Siap Hadapi Perang di Tengah Gelombang Protes

Penutupan bandara ini tentu berdampak pada mobilitas wisatawan yang hendak datang maupun meninggalkan Timur Tengah. Situasi semakin diperparah setelah salah satu hotel ikonik di Dubai, Burj Al Arab, dilaporkan mengalami kerusakan akibat dampak konflik tersebut.

Data dari AirDNA menunjukkan adanya lonjakan pembatalan perjalanan wisata di Uni Emirat Arab (UEA). Sejak serangan pertama yang terjadi pada Sabtu (28/2), tercatat sekitar 8.450 pemesanan liburan dibatalkan oleh wisatawan.

Baca Juga :  Dukung Suksesi Pilkada, Pj. Bupati Bogor Hadir Dampingi Pj. Gubernur Jabar Terima Kunjungan Komisi II DPR RI

Sementara itu, perusahaan konsultan Tourism Economics memperkirakan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Timur Tengah tahun ini bisa turun drastis, yakni sekitar 23 juta hingga 38 juta orang. Penurunan ini diperkirakan memicu kerugian ekonomi hingga 56 miliar USD atau sekitar Rp946,62 triliun.

Seperti diketahui, Iran saat ini tengah terlibat konflik dengan Amerika Serikat dan Israel. Setelah mendapat serangan dari AS dan Israel pada Sabtu (28/2), Iran melancarkan serangan balasan yang menargetkan sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, termasuk wilayah Dubai.

Baca Juga :  Pemerintah Siapkan 33 PSEL WtE untuk Atasi Darurat Sampah di 33 Daerah

Serangan balasan tersebut memicu kekhawatiran di kalangan wisatawan yang berada di Dubai. Banyak dari mereka kini berupaya mencari cara untuk meninggalkan kota tersebut di tengah situasi konflik yang semakin memanas. (MG5)

Editor : Nathania

Sumber : insertlive.com