Konflik Timur Tengah Tunda Ribuan Jamaah Umrah Indonesia

0
umrah
Ilustrasi para jemaah berjalan di halaman Masjid al-Nabawi.Foto : Istock

NARASITODAY.COM,JAKARTA – Harapan ribuan umat Islam Indonesia untuk bersujud di depan Ka’bah kini beradu dengan kecemasan mendalam. Eskalasi militer di Timur Tengah pasca-serangan Amerika-Israel ke Iran tidak hanya memanaskan peta politik global, tetapi juga mengguncang ketenangan calon jemaah umrah di tanah air.

Ketua Harian Kebersamaan Pengusaha Travel Haji dan Umrah (Bersathu), Faried Al Jawi, mengungkapkan bahwa getaran konflik tersebut kini mulai terasa di ruang-ruang tunggu agen perjalanan.

“Kalau bicara dampak, ya sudah berdampak, dan dampaknya itu sudah terasa, kita sudah memikirkan ini. Calon jamaah umrah yang mau berangkat sudah mulai khawatir,” kata Faried saat dihubungi pada Rabu (4/3/2026).

Nasib di Antara Dua Pengumuman

Situasi saat ini menyajikan kontradiksi yang membingungkan bagi para jemaah. Di satu sisi, pemerintah Arab Saudi menjamin keamanan jalur udara. Namun di sisi lain, peringatan dari pemerintah Indonesia justru memicu gelombang keraguan.

Baca Juga :  Jelang Pertandingan Melawan Persib, Pelatih Port FC Ungkap Kondisi Tim yang Kurang Memuaskan

Faried mencatat bahwa pengumuman resmi dari kementerian terkait justru menambah beban psikologis bagi mereka yang sudah siap berangkat.

“Dengan adanya pengumuman dari pemerintah yang dikeluarkan oleh Kementerian Haji dan Kementerian Luar Negeri, jamaah malah jadi semakin khawatir mereka untuk berangkat, padahal pemerintah Arab Saudi sudah mengeluarkan statement, bahwasannya tidak ada masalah dan semua aman-aman saja,” ujarnya.

Padahal, menurut Faried, aktivitas di bandara masih menunjukkan denyut nadi yang normal.

“Toh, pesawat Saudi Arabian Airlines, Garuda Indonesia, dan lain-lain masih terbang kok,” ungkapnya menekankan bahwa operasional penerbangan sejauh ini belum terputus.

Baca Juga :  Wisata Religi yang Tidak Biasa? Kunjungi 5 Bangunan Ikonik Islam di India yang Sarat Sejarah dan Budaya

Puluhan Ribu Jemaah Terjebak

Data yang dihimpun Bersathu menunjukkan angka yang cukup mengkhawatirkan. Diperkirakan ada sekitar 80.000 jemaah Indonesia yang terdampak langsung oleh situasi ini, baik yang sedang berada di Arab Saudi maupun yang masih menunggu di Indonesia.

“Yang sudah di sana (Tanah Suci) itu sekitar 58.000-an, sisanya akan berangkat ke sana (Tanah Suci),” jelas Faried.

Bagi 58.000 jemaah yang kini masih berada di tanah suci, kepulangan mereka menjadi prioritas di tengah ketidakpastian ruang udara regional. Sementara bagi sisanya yang belum berangkat, opsi pengembalian dana (refund) mulai dibahas, meski proses pendataan dengan maskapai masih terus berjalan.

Baca Juga :  Paula Verhoeven Pilih Jalan Kekeluargaan, Hindari Konflik Demi Anak-anak

Imbauan Penundaan demi Keamanan

Gelombang kekhawatiran ini kian memuncak setelah pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah RI secara resmi meminta warga untuk menahan diri. Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa langkah ini diambil semata-mata demi keselamatan warga negara di tengah situasi yang tak menentu.

“Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasinya semakin tinggi, kami mengimbau jemaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya,” ujar Wamenhaj di Jakarta.

Kini, para jemaah hanya bisa menunggu dan berdoa. Di tengah gemuruh mesin perang di utara Teluk, impian mereka untuk beribadah dengan tenang kini bergantung pada reda atau tidaknya ketegangan di langit Timur Tengah.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com